Setiap anak berhak hidup dan berkembang

Setiap anak berhak hidup.

Anak juga berhak mendapat kesempatan untuk tumbuh dan berkembang sebaik mungkin.

Hak ini tidak hanya berkaitan dengan bertambahnya tinggi dan berat badan.

Perkembangan anak mencakup berbagai bagian kehidupan yang saling berhubungan.

Anak perlu mendapat kesempatan untuk berkembang secara fisik, emosional, sosial, kognitif, bahasa, budaya, dan spiritual sesuai usia serta tahap perkembangannya.

Bertahan hidup saja belum cukup

Memenuhi hak anak tidak cukup hanya dengan memastikan anak tetap hidup.

Anak juga membutuhkan kondisi yang memungkinkan dirinya berkembang dengan baik.

Anak membutuhkan makanan yang cukup, kesehatan, kasih sayang, rasa aman, kesempatan bermain, belajar, beristirahat, berinteraksi, dan mengekspresikan dirinya.

Anak juga membutuhkan hubungan yang mendukung dengan orang-orang di sekitarnya.

Ketika kebutuhan dasar tersebut terpenuhi dengan baik, anak memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang secara optimal.

Perkembangan anak bersifat menyeluruh

Perkembangan anak tidak dapat dilihat hanya dari satu sisi.

Anak yang sehat secara fisik tetap membutuhkan dukungan emosional dan sosial.

Anak yang mampu membaca atau berhitung juga tetap membutuhkan kesempatan bermain, beristirahat, berhubungan dengan orang lain, dan merasa aman.

Karena itu, perkembangan anak perlu dilihat secara menyeluruh.

Perkembangan fisik

Anak membutuhkan makanan bergizi, layanan kesehatan, aktivitas fisik, tidur yang cukup, dan lingkungan yang aman.

Perkembangan emosional

Anak perlu merasa dicintai, diterima, dihargai, dan aman untuk mengekspresikan perasaannya.

Perkembangan sosial

Anak membutuhkan kesempatan untuk berinteraksi, bekerja sama, membangun hubungan, dan belajar hidup bersama orang lain.

Perkembangan kognitif

Anak membutuhkan kesempatan untuk berpikir, bertanya, mencoba, memecahkan masalah, dan memahami dunia di sekitarnya.

Perkembangan bahasa

Anak membutuhkan komunikasi yang responsif dan kesempatan menggunakan bahasa untuk memahami, bertanya, bercerita, dan menyampaikan gagasan.

Perkembangan budaya dan spiritual

Anak juga perlu mendapat kesempatan mengenal identitas, nilai, budaya, keyakinan, dan lingkungan sosialnya dengan cara yang menghormati haknya.

Bermain adalah bagian dari perkembangan

Bermain bukan kegiatan tambahan yang hanya dilakukan jika masih ada waktu.

Bermain merupakan bagian penting dari kehidupan dan perkembangan anak.

Melalui bermain, anak dapat belajar berkomunikasi, memecahkan masalah, mengembangkan imajinasi, berinteraksi dengan orang lain, mengelola emosi, dan mengenal lingkungannya.

Anak membutuhkan waktu, tempat, dan kesempatan untuk bermain dengan aman.

Terlalu banyak tuntutan yang mengurangi waktu bermain dan istirahat dapat memengaruhi keseimbangan kehidupan anak.

Anak juga membutuhkan istirahat

Anak tidak harus terus-menerus mengikuti kegiatan agar dianggap berkembang dengan baik.

Tubuh dan pikiran anak membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Tidur yang cukup, waktu tenang, permainan bebas, dan jeda dari kegiatan yang terstruktur merupakan bagian dari kebutuhan perkembangan anak.

Orang dewasa perlu berhati-hati agar jadwal anak tidak terlalu padat.

Lebih banyak kegiatan tidak selalu berarti lebih baik bagi perkembangan anak.

Setiap anak berkembang dengan cara yang berbeda

Anak tidak berkembang dengan kecepatan yang persis sama.

Ada variasi dalam cara anak belajar, berkomunikasi, bergerak, berinteraksi, dan mengekspresikan dirinya.

Perbedaan tidak selalu berarti ada masalah.

Karena itu, hindari membandingkan anak secara terus-menerus dengan anak lain.

Lebih baik perhatikan perkembangan anak dari waktu ke waktu dan dukungan apa yang dibutuhkannya.

Jika ada kekhawatiran yang beralasan mengenai perkembangan anak, carilah informasi dan bantuan dari tenaga yang kompeten tanpa memberi label secara terburu-buru.

Dukungan perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak

Sebagian anak membutuhkan dukungan tambahan.

Misalnya, anak dengan disabilitas mungkin membutuhkan penyesuaian lingkungan, alat bantu, metode komunikasi tertentu, atau dukungan lain.

Anak yang menghadapi hambatan kesehatan, ekonomi, sosial, atau lingkungan juga mungkin membutuhkan bantuan tambahan agar dapat menikmati haknya secara setara.

Dukungan tambahan bukan berarti anak kurang mampu atau kurang berharga.

Tujuannya adalah mengurangi hambatan agar anak memiliki kesempatan berkembang sebaik mungkin.

Lingkungan yang aman mendukung perkembangan

Anak sulit berkembang dengan baik jika terus berada dalam ketakutan.

Kekerasan, penghinaan, perundungan, penelantaran, eksploitasi, atau lingkungan yang tidak aman dapat mengganggu perkembangan anak.

Karena itu, melindungi anak dari kekerasan merupakan bagian penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.

Disiplin juga tidak boleh merendahkan martabat atau membahayakan anak.

Anak dapat belajar aturan dan tanggung jawab tanpa mengalami kekerasan.

Dengarkan pandangan anak

Anak dapat membantu orang dewasa memahami apa yang membuat dirinya merasa nyaman, takut, lelah, tertarik, atau membutuhkan bantuan.

Karena itu, mendengarkan anak merupakan bagian penting dalam mendukung perkembangan.

Tanyakan bagaimana perasaannya.

Dengarkan pengalaman dan pandangannya.

Gunakan bahasa yang sesuai dengan usia dan kemampuannya.

Pandangan anak tidak menjadi satu-satunya dasar keputusan, tetapi perlu menjadi bagian dari pertimbangan.

Peran keluarga

Keluarga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak.

Hal sederhana dapat memberi dampak besar.

Misalnya:

  • memberikan kasih sayang dan rasa aman;

  • menyediakan makanan dan perawatan kesehatan;

  • berbicara dan mendengarkan anak;

  • menyediakan waktu bermain;

  • memastikan anak cukup tidur dan beristirahat;

  • mendukung pembelajaran tanpa tekanan berlebihan;

  • menghargai minat dan kemampuan anak;

  • melindungi anak dari kekerasan; dan

  • mencari bantuan ketika anak membutuhkan dukungan tambahan.

Peran satuan pendidikan

Satuan pendidikan juga memiliki tanggung jawab untuk mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.

Lingkungan belajar sebaiknya:

  • aman dan ramah bagi anak;

  • memberi kesempatan bermain dan bereksplorasi;

  • menghargai perbedaan kemampuan;

  • tidak mempermalukan anak;

  • mendukung hubungan sosial yang sehat;

  • memberikan penyesuaian jika diperlukan;

  • melibatkan anak dalam hal yang berkaitan dengan kehidupannya; dan

  • bekerja sama dengan keluarga ketika dukungan tambahan dibutuhkan.

Keberhasilan anak tidak seharusnya dinilai hanya dari prestasi akademik.

Perhatikan keseimbangan kehidupan anak

Orang dewasa sering ingin memberikan kesempatan terbaik kepada anak.

Namun, terlalu banyak tuntutan juga dapat menjadi beban.

Anak membutuhkan keseimbangan antara belajar, bermain, beristirahat, berinteraksi, dan menikmati kehidupan sehari-hari.

Sebelum menambahkan kegiatan kepada anak, tanyakan apakah kegiatan tersebut benar-benar mendukung perkembangan atau justru membuat anak kehilangan waktu untuk kebutuhan penting lainnya.

Lima pertanyaan untuk mendukung perkembangan anak

Orang dewasa dapat menanyakan:

  1. Apakah kebutuhan dasar anak sudah terpenuhi?

  2. Apakah anak merasa aman secara fisik dan emosional?

  3. Apakah anak memiliki cukup kesempatan untuk bermain, belajar, dan beristirahat?

  4. Apakah dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan anak?

  5. Apakah pandangan anak tentang kebutuhan dan kehidupannya sudah didengar?

Jawaban atas pertanyaan tersebut dapat membantu melihat perkembangan anak secara lebih utuh.

Yang perlu diingat

Hak anak untuk hidup, tumbuh, dan berkembang berarti memberi anak kesempatan nyata untuk berkembang sebagai manusia secara utuh.

Perkembangan bukan perlombaan.

Tugas orang dewasa bukan membuat semua anak tumbuh dengan cara yang sama, tetapi menciptakan kondisi yang aman, mendukung, adil, dan sesuai dengan kebutuhan setiap anak.

Setiap anak berhak mendapat kesempatan untuk tumbuh, belajar, bermain, beristirahat, membangun hubungan, mengekspresikan diri, dan berkembang sebaik mungkin.