Apa yang dimaksud dengan kepentingan terbaik bagi anak?

Kepentingan terbaik bagi anak berarti bahwa ketika suatu keputusan berdampak pada anak, kepentingan anak harus menjadi pertimbangan utama.

Prinsip ini tidak hanya digunakan dalam keputusan besar. Prinsip ini juga penting dalam keputusan sehari-hari di rumah, satuan pendidikan, layanan kesehatan, lingkungan masyarakat, dan berbagai layanan yang berkaitan dengan anak.

Mempertimbangkan kepentingan terbaik anak berarti melihat anak secara utuh.

Hak, keselamatan, kebutuhan, perkembangan, pandangan, hubungan dengan orang-orang penting dalam hidupnya, dan keadaan khusus anak perlu diperhatikan sebelum keputusan diambil.

Kepentingan terbaik bukan sekadar keinginan orang dewasa

Apa yang dianggap baik oleh orang dewasa belum tentu otomatis menjadi kepentingan terbaik bagi anak.

Orang dewasa dapat memiliki niat yang baik. Namun, keputusan tetap perlu dilihat dari dampaknya terhadap hak dan kehidupan anak.

Karena itu, pertanyaan yang penting bukan hanya:

“Menurut saya, apa yang baik untuk anak?”

Pertanyaan yang lebih tepat adalah:

“Apakah keputusan ini benar-benar menghormati hak, keselamatan, perkembangan, kebutuhan, dan pandangan anak?”

Kepentingan terbaik juga bukan sekadar mengikuti keinginan anak

Mendengarkan anak merupakan bagian penting dalam menentukan kepentingan terbaiknya.

Namun, kepentingan terbaik anak tidak selalu sama dengan apa yang sedang diinginkan anak.

Anak dapat menginginkan sesuatu yang belum tentu aman atau sesuai dengan kebutuhannya.

Orang dewasa tetap bertanggung jawab mempertimbangkan berbagai hal secara menyeluruh.

Pandangan anak perlu didengar dan diberi bobot sesuai usia serta tingkat kematangannya. Setelah itu, orang dewasa tetap bertanggung jawab mengambil keputusan yang melindungi hak dan keselamatan anak.

Setiap anak dapat memiliki kebutuhan yang berbeda

Tidak ada satu keputusan yang otomatis terbaik untuk semua anak.

Anak memiliki keadaan, pengalaman, kebutuhan, kemampuan, lingkungan, dan hubungan keluarga yang berbeda.

Karena itu, keputusan perlu mempertimbangkan keadaan anak yang sebenarnya.

Misalnya, dukungan yang tepat bagi satu anak belum tentu sama bagi anak lainnya.

Anak dengan disabilitas mungkin membutuhkan penyesuaian tertentu. Anak yang masih sangat kecil mungkin membutuhkan cara komunikasi yang berbeda. Anak yang sedang menghadapi perubahan besar dalam keluarganya juga mungkin membutuhkan dukungan tambahan.

Prinsip kepentingan terbaik membantu orang dewasa menghindari keputusan yang terlalu umum tanpa melihat kebutuhan anak secara nyata.

Apa yang perlu dipertimbangkan?

Sebelum mengambil keputusan yang berdampak pada anak, pertimbangkan beberapa hal berikut:

  • hak anak yang berkaitan dengan keputusan tersebut;

  • keselamatan dan perlindungan anak;

  • kebutuhan fisik dan emosional anak;

  • usia dan tahap perkembangan anak;

  • pandangan dan perasaan anak;

  • identitas, latar belakang, bahasa, budaya, dan keyakinan anak;

  • hubungan anak dengan keluarga dan orang-orang penting dalam kehidupannya;

  • kebutuhan khusus atau dukungan tambahan yang diperlukan anak;

  • kemungkinan dampak keputusan dalam jangka pendek; dan

  • kemungkinan dampak keputusan dalam jangka panjang.

Tidak semua unsur mempunyai bobot yang sama dalam setiap situasi.

Yang terpenting adalah keputusan dibuat berdasarkan keadaan anak secara nyata, bukan sekadar kebiasaan atau asumsi.

Dengarkan anak sebelum mengambil keputusan

Anak berhak menyampaikan pandangannya tentang hal-hal yang memengaruhi kehidupannya.

Karena itu, menentukan kepentingan terbaik anak tidak seharusnya dilakukan tanpa mendengarkan anak.

Gunakan bahasa yang dapat dipahami anak.

Berikan kesempatan kepada anak untuk bertanya, menyampaikan perasaan, memberikan pendapat, atau menjelaskan apa yang dikhawatirkannya.

Mendengarkan anak bukan berarti seluruh tanggung jawab keputusan diberikan kepada anak.

Tanggung jawab tetap berada pada orang dewasa. Namun, pandangan anak harus menjadi bagian dari pertimbangan.

Hindari keputusan yang hanya nyaman bagi orang dewasa

Kadang-kadang sebuah keputusan terasa paling mudah bagi orang dewasa, tetapi belum tentu paling baik bagi anak.

Misalnya, aturan dibuat hanya agar orang dewasa lebih mudah mengendalikan keadaan tanpa mempertimbangkan kebutuhan anak untuk bermain, beristirahat, belajar, berpendapat, atau mendapatkan dukungan.

Karena itu, kenyamanan orang dewasa tidak boleh menjadi satu-satunya dasar keputusan.

Pertimbangkan terlebih dahulu bagaimana keputusan tersebut memengaruhi kehidupan dan hak anak.

Kepentingan terbaik dalam kehidupan sehari-hari

Prinsip ini dapat diterapkan dalam berbagai situasi.

Di rumah

Orang tua dapat mempertimbangkan kepentingan terbaik anak ketika membuat aturan, memilih kegiatan, mengatur waktu belajar dan bermain, atau mengambil keputusan yang berdampak pada kehidupan anak.

Di satuan pendidikan

Guru dan pengelola dapat menggunakannya ketika membuat aturan kelas, menentukan dukungan belajar, merespons perilaku anak, mengatur kegiatan, atau membantu anak yang membutuhkan dukungan tambahan.

Dalam layanan kesehatan

Anak perlu mendapat informasi dengan cara yang sesuai usianya dan, sejauh memungkinkan, dilibatkan dalam keputusan mengenai kesehatan dan perawatan dirinya.

Dalam pelayanan publik

Lembaga yang membuat keputusan tentang anak perlu memastikan bahwa dampak terhadap anak benar-benar dipertimbangkan, bukan hanya kepentingan administrasi atau kenyamanan lembaga.

Lima pertanyaan sebelum mengambil keputusan

Sebelum mengambil keputusan yang berdampak pada anak, tanyakan:

  1. Hak anak apa yang berkaitan dengan keputusan ini?

  2. Apakah keputusan ini aman dan mendukung perkembangan anak?

  3. Apakah keadaan dan kebutuhan khusus anak sudah dipertimbangkan?

  4. Apakah anak sudah diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangannya?

  5. Apa dampak keputusan ini bagi anak sekarang dan dalam jangka panjang?

Jika pertanyaan tersebut belum dapat dijawab dengan baik, keputusan mungkin masih perlu dipertimbangkan kembali.

Jika ada beberapa pilihan

Kadang-kadang tidak ada satu pilihan yang sepenuhnya sempurna.

Dalam keadaan seperti itu, bandingkan kemungkinan dampak setiap pilihan terhadap anak.

Pertimbangkan pilihan mana yang paling menghormati hak anak, paling melindungi keselamatannya, dan paling mendukung perkembangan serta kesejahteraannya.

Jika keputusan penting atau kompleks, catat alasan mengapa suatu pilihan dianggap paling sesuai dengan kepentingan terbaik anak.

Hal ini membantu memastikan bahwa keputusan tidak dibuat secara sembarangan.

Yang perlu diingat

Kepentingan terbaik bagi anak bukan slogan dan bukan alasan untuk mengabaikan hak anak lainnya.

Prinsip ini membantu memastikan bahwa anak benar-benar menjadi pertimbangan utama ketika keputusan yang berdampak pada dirinya dibuat.

Orang dewasa tetap memegang tanggung jawab untuk mengambil keputusan. Namun, keputusan tersebut harus menghormati hak anak, mempertimbangkan keadaan anak secara utuh, mendengarkan pandangan anak, dan memikirkan dampaknya terhadap kehidupan serta perkembangan anak.