Apa itu hak anak?
Hak anak adalah hak yang dimiliki setiap anak sebagai manusia.
Hak ini berlaku bagi semua anak. Hak anak tidak bergantung pada asal keluarga, kondisi ekonomi, jenis kelamin, agama, suku, bahasa, kondisi kesehatan, disabilitas, atau keadaan lainnya.
Anak bukan hanya seseorang yang membutuhkan perlindungan. Anak juga memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, didengar, dan diperlakukan dengan hormat.
Konvensi Hak Anak menjadi salah satu dasar utama dalam memahami hak-hak tersebut.
Empat prinsip dasar hak anak
Ada empat prinsip yang membantu kita memahami dan menerapkan hak anak.
1. Tidak diskriminatif
Semua anak memiliki hak yang sama.
Tidak boleh ada anak yang diperlakukan lebih buruk karena latar belakang, keadaan keluarga, jenis kelamin, agama, suku, bahasa, disabilitas, kondisi kesehatan, atau keadaan lainnya.
Kesetaraan tidak selalu berarti memberikan perlakuan yang sama kepada setiap anak.
Sebagian anak mungkin membutuhkan dukungan tambahan agar dapat menikmati haknya secara setara.
Contohnya, anak dengan disabilitas mungkin membutuhkan penyesuaian lingkungan, alat bantu, atau dukungan lain agar dapat mengikuti kegiatan bersama anak lainnya.
2. Kepentingan terbaik bagi anak
Ketika orang dewasa membuat keputusan yang berdampak pada anak, kepentingan terbaik anak harus menjadi pertimbangan utama.
Artinya, keputusan perlu mempertimbangkan hak, keselamatan, kebutuhan, perkembangan, dan kesejahteraan anak.
Kepentingan terbaik anak tidak sama dengan sekadar memilih apa yang paling mudah bagi orang dewasa.
Keadaan setiap anak juga perlu diperhatikan.
Apa yang baik bagi satu anak belum tentu sama untuk anak lainnya.
3. Hak untuk hidup, tumbuh, dan berkembang
Setiap anak berhak untuk hidup dan berkembang sebaik mungkin.
Perkembangan anak tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik.
Anak juga perlu mendapat kesempatan berkembang secara emosional, sosial, kognitif, budaya, dan spiritual sesuai usia dan tahap perkembangannya.
Keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan negara memiliki tanggung jawab masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan anak.
4. Menghargai pandangan anak
Anak berhak menyampaikan pandangannya mengenai hal-hal yang memengaruhi kehidupannya.
Pandangan anak perlu didengar dan dipertimbangkan sesuai usia dan tingkat kematangannya.
Mendengarkan anak bukan berarti semua keinginan anak harus selalu dipenuhi.
Orang dewasa tetap bertanggung jawab menjaga keselamatan anak dan mengambil keputusan yang mempertimbangkan kepentingan terbaiknya.
Yang penting, anak tidak diabaikan dalam keputusan yang menyangkut dirinya.
Bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari?
Menghormati hak anak dapat dimulai dari tindakan sederhana.
Orang dewasa dapat:
mendengarkan anak tanpa mempermalukannya;
menjelaskan alasan suatu aturan dengan bahasa yang dapat dipahami anak;
tidak membeda-bedakan anak;
menjaga anak dari kekerasan dan perlakuan yang merendahkan;
memberi kesempatan kepada anak untuk belajar, bermain, dan berkembang;
memberi dukungan sesuai kebutuhan anak; dan
mempertimbangkan pandangan anak sebelum mengambil keputusan yang berdampak pada dirinya.
Empat pertanyaan sederhana sebelum mengambil keputusan
Ketika membuat keputusan yang menyangkut anak, tanyakan:
Apakah semua anak diperlakukan secara adil?
Apakah keputusan ini mempertimbangkan kepentingan terbaik anak?
Apakah keputusan ini mendukung keselamatan, kehidupan, pertumbuhan, dan perkembangan anak?
Apakah anak sudah diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangannya?
Empat pertanyaan ini dapat membantu keluarga, pendidik, pengelola layanan, dan masyarakat mengambil keputusan yang lebih menghormati hak anak.
Yang perlu diingat
Hak anak bukan hadiah karena anak berperilaku baik.
Hak anak melekat pada setiap anak.
Orang dewasa memiliki tanggung jawab untuk menghormati, memenuhi, dan melindungi hak tersebut sesuai peran dan kewenangannya.