Ketika akun anak tidak lagi aman

Akun anak dapat diambil alih oleh orang lain.

Hal ini dapat terjadi pada akun media sosial, surel, permainan, aplikasi percakapan, atau layanan digital lainnya.

Penyebabnya dapat bermacam-macam.

Misalnya:

  • kata sandi diketahui orang lain;

  • anak menggunakan kata sandi yang sama di beberapa layanan;

  • anak masuk melalui halaman palsu;

  • kode verifikasi diberikan kepada orang lain;

  • perangkat hilang;

  • akun masih terbuka di perangkat lain; atau

  • informasi pemulihan akun diubah tanpa sepengetahuan anak.

Jika hal ini terjadi, jangan panik.

Fokus pertama adalah memulihkan akses dan mencegah kerugian bertambah.

Kenali tanda akun mungkin diambil alih

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

  • anak tiba-tiba tidak dapat masuk ke akun;

  • kata sandi berubah tanpa dilakukan oleh anak;

  • alamat surel atau nomor pemulihan berubah;

  • muncul notifikasi login dari perangkat yang tidak dikenal;

  • ada pesan yang tidak pernah dikirim anak;

  • ada unggahan yang tidak dibuat anak;

  • teman menerima pesan aneh dari akun anak;

  • terdapat pembelian yang tidak dikenali; atau

  • pengaturan akun berubah sendiri.

Satu tanda tidak selalu berarti akun diretas.

Namun, perubahan yang tidak dikenali perlu segera diperiksa.

Jangan langsung menyalahkan anak

Anak mungkin merasa takut atau malu karena menekan tautan, memberikan kode, atau menggunakan kata sandi yang mudah ditebak.

Jangan memulai dengan:

“Kenapa kamu ceroboh?”

“Sudah dibilang jangan klik sembarangan.”

Kesalahan dapat terjadi pada siapa saja.

Respons yang tenang membantu anak memberikan informasi yang dibutuhkan untuk memperbaiki keadaan.

Katakan:

“Kita amankan akunnya dulu.”

Setelah keadaan terkendali, barulah diskusikan apa yang dapat dipelajari.

Gunakan jalur pemulihan resmi

Jika anak tidak dapat masuk, gunakan fungsi resmi seperti:

  • lupa kata sandi;

  • pemulihan akun;

  • akun diretas;

  • akun diambil alih; atau

  • bantuan keamanan.

Masuk melalui aplikasi atau situs resmi layanan.

Jangan menggunakan tautan pemulihan yang dikirim oleh orang tidak dikenal.

Jika perlu membuka situs, ketik alamat layanan sendiri atau gunakan aplikasi resminya.

Jangan percaya orang yang menawarkan pemulihan melalui pesan pribadi

Setelah akun bermasalah, seseorang mungkin menawarkan:

“Saya bisa mengembalikan akun.”

“Saya punya orang dalam.”

“Kirim uang, nanti akun kembali.”

Berhati-hatilah.

Jangan memberikan:

  • kata sandi;

  • kode verifikasi;

  • kode pemulihan;

  • akses perangkat;

  • informasi pembayaran; atau

  • dokumen pribadi

kepada orang yang mengaku dapat memulihkan akun melalui jalur tidak resmi.

Gunakan layanan resmi platform.

Jika masih bisa masuk, segera ganti kata sandi

Jika akses ke akun masih tersedia, ubah kata sandi.

Gunakan kata sandi yang:

  • cukup panjang;

  • tidak mudah ditebak;

  • tidak menggunakan nama atau tanggal lahir;

  • berbeda dari akun penting lainnya; dan

  • belum pernah digunakan sebelumnya.

Jangan hanya menambahkan satu angka pada kata sandi lama jika kata sandi tersebut mungkin sudah diketahui orang lain.

Periksa alamat surel dan nomor pemulihan

Orang yang mengambil alih akun dapat mencoba mengubah informasi pemulihan.

Periksa:

  • alamat surel pemulihan;

  • nomor telepon;

  • pertanyaan keamanan jika masih digunakan;

  • perangkat tepercaya; dan

  • metode pemulihan lainnya.

Pastikan semuanya benar-benar milik anak atau keluarga yang berwenang.

Hapus informasi yang tidak dikenali jika platform memungkinkan dan aman dilakukan.

Keluar dari perangkat yang tidak dikenali

Banyak layanan menunjukkan perangkat atau sesi yang masih masuk ke akun.

Periksa daftar tersebut.

Keluar dari:

  • perangkat yang tidak dikenal;

  • perangkat lama;

  • komputer umum;

  • perangkat yang pernah dipinjam;

  • telepon yang sudah hilang; atau

  • sesi yang lokasinya tidak dikenali.

Jika tersedia pilihan keluar dari semua perangkat, pertimbangkan menggunakannya setelah kata sandi diganti.

Aktifkan verifikasi dua langkah

Jika layanan menyediakan verifikasi dua langkah, gunakan jika sesuai.

Perlindungan ini menambahkan pemeriksaan selain kata sandi.

Namun, jelaskan kepada anak:

Kode verifikasi juga harus dirahasiakan.

Jangan memberikan kode tersebut kepada seseorang hanya karena ia mengaku sebagai petugas platform, teman, atau orang yang sedang membantu.

Petugas yang sah tidak seharusnya meminta anak mengirimkan kode keamanan pribadi melalui percakapan biasa.

Amankan surel terlebih dahulu

Akun surel sering digunakan untuk memulihkan akun lain.

Jika surel anak juga tidak aman, pengamanan akun media sosial saja mungkin tidak cukup.

Periksa akun surel:

  • ganti kata sandi;

  • periksa sesi aktif;

  • periksa alamat pemulihan;

  • periksa aturan penerusan pesan;

  • aktifkan perlindungan tambahan; dan

  • pastikan tidak ada perubahan yang tidak dikenali.

Surel yang aman membantu melindungi akun lain.

Periksa akun lain jika kata sandinya sama

Jika anak menggunakan kata sandi yang sama di beberapa layanan, anggap akun lain juga perlu diperiksa.

Ganti kata sandi pada akun penting.

Mulailah dari:

  1. surel;

  2. akun yang menyimpan informasi pribadi;

  3. media sosial;

  4. layanan pembayaran jika ada; dan

  5. akun lain yang menggunakan kata sandi serupa.

Jangan menggunakan kembali kata sandi yang sudah diketahui bocor.

Periksa apakah ada pesan yang dikirim pelaku

Orang yang mengambil alih akun dapat mengirim:

  • tautan palsu;

  • permintaan uang;

  • pesan meminta kode;

  • pesan yang mempermalukan anak;

  • atau pesan kepada teman untuk mengambil alih akun mereka juga.

Periksa aktivitas akun setelah akses kembali.

Jika akun telah digunakan menghubungi orang lain, beri tahu kontak yang perlu mengetahui.

Pesannya cukup sederhana:

“Akun ini sempat diakses pihak lain. Jangan membuka tautan atau memenuhi permintaan yang dikirim sebelumnya.”

Tidak perlu membagikan seluruh detail pribadi anak.

Hapus unggahan yang dibuat tanpa izin

Jika pelaku membuat unggahan dari akun anak, hapus jika akses sudah kembali dan penghapusan tidak menghilangkan informasi yang masih diperlukan untuk pelaporan.

Jika unggahan mengandung ancaman, pemerasan, atau penyalahgunaan serius, simpan informasi yang relevan terlebih dahulu.

Jangan menyebarkan ulang unggahan tersebut kepada banyak orang.

Periksa perubahan privasi

Setelah akun kembali, periksa pengaturannya.

Pelaku mungkin telah mengubah:

  • akun privat menjadi publik;

  • siapa yang dapat mengirim pesan;

  • siapa yang dapat melihat unggahan;

  • akses lokasi;

  • aplikasi yang terhubung; atau

  • informasi profil.

Kembalikan pengaturan sesuai kebutuhan anak.

Periksa aplikasi yang terhubung

Akun dapat memberikan akses kepada aplikasi atau layanan lain.

Periksa daftar aplikasi yang mempunyai akses.

Hapus akses yang:

  • tidak dikenali;

  • tidak lagi digunakan;

  • tidak jelas fungsinya; atau

  • tampak mencurigakan.

Jangan memberikan akses baru hanya karena sebuah aplikasi menjanjikan fitur gratis, pengikut tambahan, hadiah, atau keuntungan lain.

Periksa perangkat anak

Jika masalah terus berulang setelah kata sandi diganti, periksa keamanan perangkat.

Pastikan:

  • sistem operasi diperbarui;

  • aplikasi diperbarui;

  • aplikasi yang tidak dikenal diperiksa;

  • perangkat memiliki penguncian layar; dan

  • perangkat yang hilang tidak lagi memiliki akses ke akun.

Jika ada dugaan perangkat telah disusupi dan keluarga tidak mampu menanganinya, gunakan bantuan teknis dari penyedia layanan yang tepercaya.

Jika telepon anak hilang

Jika perangkat hilang:

  • gunakan fitur pencarian perangkat jika tersedia;

  • kunci perangkat dari jarak jauh jika memungkinkan;

  • ubah kata sandi akun penting;

  • keluarkan sesi perangkat tersebut;

  • hubungi penyedia layanan seluler jika diperlukan; dan

  • pertimbangkan penghapusan jarak jauh jika memang diperlukan untuk melindungi data.

Jangan mencoba mengambil perangkat sendiri jika lokasinya menunjukkan keadaan yang tidak aman.

Keselamatan lebih penting daripada perangkat.

Periksa apakah ada pembelian yang tidak dikenali

Jika akun terhubung dengan metode pembayaran, lihat riwayat transaksi.

Jika menemukan transaksi yang tidak dikenali:

  • catat transaksi;

  • gunakan mekanisme laporan resmi;

  • hubungi penyedia pembayaran jika diperlukan; dan

  • hapus atau amankan metode pembayaran yang tersimpan.

Jangan mempublikasikan rincian transaksi atau data pembayaran anak.

Jangan membayar orang yang menahan akun

Seseorang dapat mengatakan:

“Bayar kalau mau akun kembali.”

Jangan berasumsi bahwa pembayaran akan menyelesaikan masalah.

Orang tersebut dapat terus meminta lebih banyak.

Gunakan pemulihan resmi platform.

Jika terdapat pemerasan, ancaman, atau risiko terhadap anak, cari bantuan dari pihak yang berwenang.

Jika pelaku mengancam anak

Pengambilalihan akun dapat digunakan untuk mengancam, mempermalukan, atau memeras anak.

Jika itu terjadi:

  • jangan menyalahkan anak;

  • jangan meminta anak bernegosiasi;

  • simpan informasi ancaman yang diperlukan;

  • jaga privasi anak;

  • gunakan fitur laporan;

  • blokir kontak jika aman dilakukan; dan

  • cari bantuan sesuai tingkat risikonya.

Jika terdapat ancaman terhadap keselamatan anak, penanganannya bukan lagi sekadar masalah kata sandi.

Utamakan perlindungan anak.

Jika ada foto atau video pribadi

Jika akun yang diambil alih berisi foto atau video pribadi anak, berhati-hatilah.

Jangan meneruskan materi tersebut untuk meminta bantuan.

Jika ada ancaman penyebaran, pemerasan, atau materi seksual yang melibatkan anak, gunakan pendekatan perlindungan yang lebih hati-hati.

Simpan hanya informasi yang diperlukan.

Gunakan saluran resmi untuk pelaporan dan bantuan.

Jangan memperluas penyebaran.

Simpan bukti seperlunya

Jika akun digunakan untuk penipuan, ancaman, pemerasan, atau tindakan serius lainnya, beberapa informasi mungkin perlu disimpan.

Misalnya:

  • waktu kejadian;

  • nama akun;

  • notifikasi login;

  • pesan ancaman;

  • tautan;

  • nomor laporan; atau

  • tangkapan layar yang relevan.

Simpan secara aman.

Jangan menyebarkannya ke grup percakapan atau media sosial.

Tujuan penyimpanan adalah membantu penanganan, bukan membuka kejadian kepada publik.

Laporkan kepada platform

Gunakan fitur resmi platform untuk melaporkan:

  • akun diretas;

  • pengambilalihan akun;

  • peniruan identitas;

  • pelecehan;

  • pemerasan; atau

  • konten yang diunggah tanpa izin.

Jika memperoleh nomor laporan, simpan.

Platform mungkin meminta langkah verifikasi tertentu.

Pastikan permintaan tersebut benar-benar datang melalui saluran resmi.

Beri tahu teman jika diperlukan

Jika pelaku telah menghubungi teman anak, pemberitahuan singkat dapat membantu mencegah korban berikutnya.

Misalnya:

“Akun saya sempat diambil alih. Jika menerima tautan atau permintaan uang/kode dari akun saya sebelumnya, abaikan.”

Tidak perlu menjelaskan seluruh kejadian.

Jaga informasi pribadi anak.

Jangan mempermalukan anak di depan keluarga atau sekolah

Masalah keamanan akun tidak perlu diumumkan kepada banyak orang.

Hindari mengatakan:

“Lihat, ini akibat dia tidak hati-hati.”

Anak dapat belajar dari kesalahan tanpa dipermalukan.

Jika sekolah perlu mengetahui karena akun digunakan untuk menghubungi teman atau menyebarkan konten, berikan hanya informasi yang diperlukan.

Setelah akun pulih, cari tahu apa yang terjadi

Setelah keadaan aman, bicarakan penyebabnya.

Bukan untuk mencari siapa yang harus dimarahi.

Tujuannya adalah mencegah kejadian berulang.

Tanyakan:

  • apakah ada tautan yang dibuka;

  • apakah kata sandi diberikan kepada seseorang;

  • apakah ada kode yang dibagikan;

  • apakah anak masuk melalui situs tertentu;

  • apakah perangkat pernah dipinjamkan; dan

  • apakah kata sandi digunakan di akun lain.

Dari situ, keluarga dapat memperbaiki kebiasaan keamanan.

Ajarkan bahwa kode verifikasi sama pentingnya dengan kata sandi

Banyak orang memahami bahwa kata sandi harus dirahasiakan.

Namun, anak mungkin belum memahami bahwa kode yang dikirim melalui SMS atau aplikasi juga merupakan kunci masuk.

Ajarkan aturan sederhana:

Jangan berikan kata sandi atau kode verifikasi kepada orang lain melalui pesan atau telepon.

Jika ragu, berhenti dan tanyakan kepada orang dewasa yang dipercaya.

Waspadai pesan yang membuat panik

Penipu dapat mengatakan:

“Akunmu akan ditutup lima menit lagi.”

“Ada masalah, kirim kode sekarang.”

“Klik sekarang atau semua data hilang.”

Pesan yang membuat panik dapat mendorong anak bertindak tanpa berpikir.

Ajarkan anak berhenti.

Buka aplikasi resmi secara terpisah untuk memeriksa apakah memang ada masalah.

Buat kebiasaan keamanan keluarga

Keamanan akun tidak perlu dibahas hanya setelah terjadi masalah.

Keluarga dapat melakukan pemeriksaan rutin:

  • apakah kata sandi masih aman;

  • apakah verifikasi dua langkah aktif;

  • apakah ada perangkat yang tidak dikenali;

  • apakah informasi pemulihan masih benar;

  • apakah aplikasi terhubung masih diperlukan; dan

  • apakah pengaturan privasi masih sesuai.

Jadikan ini kebiasaan sederhana, bukan pemeriksaan karena kecurigaan.

Delapan langkah cepat ketika akun anak diambil alih

Jika akun anak diduga diretas:

  1. Tetap tenang dan jangan menyalahkan anak.

  2. Gunakan pemulihan resmi platform.

  3. Ganti kata sandi dan amankan surel.

  4. Keluar dari perangkat atau sesi yang tidak dikenali.

  5. Periksa nomor, surel pemulihan, dan aplikasi terhubung.

  6. Aktifkan verifikasi dua langkah jika tersedia.

  7. Periksa akun lain yang menggunakan kata sandi yang sama.

  8. Laporkan ancaman, pemerasan, atau penyalahgunaan melalui jalur yang tepat.

Yang perlu diingat

Akun yang diambil alih adalah masalah keamanan, bukan alasan untuk mempermalukan anak.

Pulihkan melalui jalur resmi.

Jangan memberikan kata sandi atau kode kepada orang yang menawarkan bantuan.

Amankan surel dan akun lain.

Periksa aktivitas yang dilakukan tanpa izin.

Dan jika akun digunakan untuk mengancam, memeras, atau mengeksploitasi anak, perlakukan situasinya sebagai masalah perlindungan anak.

Tujuan akhirnya bukan hanya mendapatkan akun kembali.

Tujuannya adalah memastikan anak kembali aman, memahami apa yang terjadi, dan memiliki kemampuan yang lebih baik untuk melindungi akun berikutnya.