Ketika foto atau video pribadi anak tersebar

Foto atau video pribadi anak dapat tersebar tanpa persetujuannya.

Materi tersebut mungkin diperoleh melalui penipuan, peretasan, manipulasi, tekanan, hubungan yang dianggap dekat, atau karena anak pernah mengirimkannya kepada seseorang yang dipercaya.

Dalam keadaan tertentu, seseorang kemudian mengancam akan menyebarkan materi tersebut jika anak tidak memberikan uang, foto tambahan, melakukan sesuatu, atau terus berkomunikasi dengannya.

Keadaan seperti ini harus ditangani sebagai masalah perlindungan anak.

Anak membutuhkan bantuan.

Bukan hukuman.

Jangan menyalahkan anak

Respons pertama orang dewasa sangat penting.

Jangan mengatakan:

“Kenapa kamu mengirim foto seperti itu?”

“Sudah dibilang jangan percaya orang.”

“Ini salah kamu sendiri.”

Anak mungkin sudah merasa takut, malu, bersalah, atau putus asa.

Menyalahkan anak dapat membuatnya semakin takut meminta bantuan.

Katakan dengan jelas:

“Kamu sudah benar karena bercerita.”

“Kita akan mencari cara supaya kamu aman.”

“Kamu tidak harus menghadapi ini sendirian.”

Anak tetap berhak mendapat perlindungan

Anak tetap berhak dilindungi meskipun sebelumnya ia sendiri yang membuat atau mengirim foto tersebut.

Mengirim sesuatu kepada satu orang bukan berarti memberi izin kepada orang tersebut untuk menyebarkannya kepada orang lain.

Keputusan anak sebelumnya juga tidak memberikan hak kepada siapa pun untuk mengancam, memeras, mempermalukan, atau mengeksploitasinya.

Fokuslah pada tindakan orang yang menyalahgunakan kepercayaan atau materi tersebut.

Tetap tenang

Mendengar bahwa anak sedang diancam dapat membuat orang dewasa panik atau marah.

Usahakan tetap tenang ketika berbicara dengan anak.

Reaksi yang sangat keras dapat membuat anak takut menceritakan informasi penting.

Dengarkan terlebih dahulu.

Cari tahu apa yang sedang terjadi dan apakah anak berada dalam bahaya sekarang.

Periksa keselamatan anak

Tanyakan secara sederhana:

“Apakah orang itu masih menghubungi kamu?”

“Apakah dia mengancam akan melakukan sesuatu?”

“Apakah dia tahu rumah, sekolah, atau lokasi kamu?”

“Apakah ada rencana untuk bertemu?”

Tujuannya bukan menginterogasi anak.

Tujuannya adalah mengetahui apakah terdapat risiko langsung terhadap keselamatannya.

Jika terdapat ancaman pertemuan, kekerasan, penguntitan, atau bahaya langsung lainnya, cari bantuan dari pihak yang berwenang.

Jangan memenuhi permintaan karena takut

Pelaku mungkin meminta:

  • uang;

  • foto atau video tambahan;

  • panggilan video;

  • pertemuan;

  • informasi pribadi;

  • akses ke akun; atau

  • tindakan lain.

Jangan menganggap memenuhi satu permintaan akan menjamin ancaman berhenti.

Pemerasan dapat terus berlanjut.

Jangan membebani anak untuk memenuhi tuntutan atau bernegosiasi dengan orang yang mengancamnya.

Fokuskan langkah berikutnya pada keselamatan, penyimpanan informasi yang diperlukan, penghentian komunikasi, dan pencarian bantuan.

Jangan membayar tanpa pertimbangan

Ancaman dapat membuat keluarga merasa bahwa membayar adalah cara tercepat menyelesaikan masalah.

Namun, pembayaran tidak menjamin bahwa materi akan dihapus atau ancaman akan berhenti.

Jangan mengambil keputusan karena panik.

Jika terjadi pemerasan, mintalah bantuan dari pihak yang mempunyai kewenangan dan kompetensi untuk membantu.

Jangan meminta anak mengirim ulang materi

Jika anak mengatakan bahwa suatu foto atau video telah digunakan untuk mengancamnya, jangan meminta:

“Kirim fotonya ke saya.”

Jangan meminta anak meneruskan materi sensitif hanya untuk membuktikan bahwa materi tersebut ada.

Penyebaran tambahan dapat meningkatkan risiko.

Informasi mengenai akun, pesan ancaman, tautan, waktu, atau identitas digital pelaku mungkin cukup untuk membantu proses awal.

Materi sensitif harus ditangani melalui jalur yang tepat jika memang diperlukan.

Jangan meneruskan foto atau video kepada orang lain

Jangan mengirim materi tersebut ke:

  • grup keluarga;

  • grup orang tua;

  • grup sekolah;

  • teman;

  • pengurus organisasi; atau

  • media sosial.

Jangan meneruskannya dengan alasan meminta pendapat.

Setiap pengiriman ulang dapat memperluas penyebaran dan menambah kerugian terhadap anak.

Jika pihak berwenang memerlukan materi tertentu, gunakan mekanisme resmi yang mereka tentukan.

Simpan informasi yang diperlukan

Jika aman dilakukan, simpan informasi dasar yang dapat membantu pelaporan.

Misalnya:

  • nama akun;

  • alamat profil;

  • nomor atau identitas kontak;

  • waktu komunikasi;

  • pesan ancaman;

  • tautan unggahan;

  • nama platform; dan

  • tangkapan layar informasi yang relevan.

Jangan mengedit informasi sehingga maknanya berubah.

Jangan pula menyebarkan hasil tangkapan layar.

Simpan hanya untuk tujuan perlindungan dan pelaporan.

Jangan buru-buru menghapus seluruh percakapan

Keinginan pertama mungkin menghapus semua pesan karena membuat anak takut atau malu.

Namun, sebagian informasi dapat diperlukan untuk pelaporan.

Sebelum menghapus pesan atau akun, pertimbangkan apakah ada informasi yang perlu diamankan terlebih dahulu.

Setelah informasi penting tercatat dengan aman, langkah selanjutnya dapat disesuaikan dengan arahan platform atau pihak yang membantu.

Hentikan komunikasi jika aman

Anak tidak perlu terus menjawab orang yang mengancamnya.

Jika informasi yang diperlukan sudah diamankan dan tidak ada alasan keselamatan untuk mempertahankan komunikasi, gunakan fitur blokir atau pembatasan yang tersedia.

Jangan meminta anak melanjutkan percakapan untuk menjebak pelaku.

Jangan berpura-pura menjadi anak untuk mendapatkan pengakuan.

Penanganan penyelidikan bukan tanggung jawab keluarga.

Gunakan fitur pelaporan platform

Media sosial, layanan percakapan, permainan, dan platform digital biasanya memiliki mekanisme untuk melaporkan:

  • pelecehan;

  • ancaman;

  • pemerasan;

  • penyebaran konten tanpa persetujuan;

  • akun berbahaya; atau

  • eksploitasi seksual anak.

Gunakan mekanisme pelaporan yang tersedia.

Jika konten sudah diunggah, laporkan konten dan akun yang menyebarkannya.

Simpan informasi pelaporan apabila platform memberikan nomor laporan atau tanda terima.

Pemblokiran tidak selalu cukup

Memblokir akun dapat menghentikan kontak langsung.

Namun, jika materi sudah tersebar atau terdapat ancaman serius, masalah belum tentu selesai.

Pelaku dapat menggunakan akun lain atau materi dapat berada di tempat lain.

Karena itu, tetap pertimbangkan pelaporan dan bantuan dari pihak yang tepat.

Jangan umumkan kasus di media sosial

Keinginan untuk memperingatkan masyarakat dapat dimengerti.

Namun, mengunggah kronologi lengkap dapat membuka identitas anak.

Jangan mempublikasikan:

  • nama anak;

  • foto anak;

  • akun anak;

  • sekolah;

  • alamat;

  • isi percakapan pribadi;

  • foto atau video sensitif; atau

  • rincian lain yang membuat anak dapat dikenali.

Mencari perlindungan tidak memerlukan membuka kehidupan pribadi anak kepada publik.

Jaga identitas anak di lingkungan sekolah dan keluarga

Informasi juga dapat menyebar melalui percakapan sehari-hari.

Tidak semua guru, anggota keluarga, orang tua murid, atau teman perlu mengetahui seluruh kejadian.

Berikan informasi hanya kepada orang yang memang perlu mengetahuinya untuk membantu menjaga anak.

Semakin banyak orang mengetahui rincian yang tidak diperlukan, semakin besar risiko anak mengalami rasa malu, gosip, atau tekanan tambahan.

Jika materi sudah dilihat oleh teman

Anak mungkin takut kembali ke sekolah atau bertemu teman setelah mengetahui materinya telah beredar.

Jangan memaksa anak menghadapi keadaan sendirian.

Bicarakan dengan pihak sekolah yang memang perlu mengetahui.

Fokus pada:

  • penghentian penyebaran;

  • perlindungan dari ejekan atau perundungan;

  • penjagaan privasi;

  • dukungan kepada anak; dan

  • pemantauan keselamatan.

Anak tidak boleh dipermalukan karena menjadi korban penyebaran materi tanpa izin.

Jangan menghukum anak dengan kehilangan seluruh akses digital

Pembatasan sementara mungkin dibutuhkan untuk mengurangi risiko.

Namun, mengambil seluruh perangkat dan menutup semua akses sebagai hukuman dapat memberikan pesan bahwa anak dihukum karena meminta bantuan.

Jelaskan setiap tindakan keselamatan kepada anak.

Misalnya:

“Kita ubah pengaturan akun dulu supaya orang itu lebih sulit menghubungi kamu.”

Bukan:

“Mulai sekarang kamu tidak boleh punya telepon karena ini kesalahanmu.”

Periksa keamanan akun

Setelah ancaman ditangani, periksa apakah akun anak masih aman.

Pertimbangkan:

  • mengganti kata sandi;

  • menggunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap akun penting;

  • mengaktifkan verifikasi dua langkah jika tersedia;

  • memeriksa perangkat yang masih masuk ke akun;

  • memeriksa alamat surel dan nomor pemulihan akun;

  • memperketat pengaturan privasi; dan

  • menghapus akses aplikasi yang tidak dikenali.

Jangan melakukan perubahan dengan cara yang menghilangkan informasi penting yang masih diperlukan untuk pelaporan.

Jika seseorang mendapatkan akses ke akun anak

Jika akun anak diambil alih, gunakan mekanisme pemulihan resmi dari platform.

Jangan memberikan kata sandi atau kode verifikasi kepada orang yang menawarkan bantuan melalui pesan pribadi.

Pelaku dapat berpura-pura menjadi petugas layanan.

Gunakan hanya saluran resmi platform.

Jika ancaman berkaitan dengan pertemuan langsung

Ancaman menjadi lebih serius jika orang tersebut:

  • mengetahui rumah atau sekolah anak;

  • mengancam mendatangi anak;

  • meminta anak bertemu;

  • pernah bertemu sebelumnya; atau

  • mengancam keselamatan anak atau keluarganya.

Jangan mengatur pertemuan untuk menghadapi orang tersebut.

Jangan meminta anak bertemu untuk membantu menangkap pelaku.

Cari bantuan pihak berwenang.

Cari bantuan ketika terdapat pemerasan atau eksploitasi

Jika foto atau video anak digunakan untuk ancaman, pemerasan, atau eksploitasi seksual, jangan mencoba menangani seluruh keadaan sendiri.

Gunakan layanan perlindungan anak dan jalur pelaporan yang berwenang sesuai keadaan.

Pelaporan kepada platform dapat membantu mengatasi konten atau akun.

Namun, jika terdapat dugaan tindak pidana atau risiko terhadap keselamatan anak, bantuan resmi mungkin tetap diperlukan.

Perhatikan keadaan emosional anak

Ancaman penyebaran materi pribadi dapat menimbulkan tekanan yang berat.

Anak mungkin merasa:

  • malu;

  • takut;

  • bersalah;

  • marah;

  • putus asa;

  • tidak ingin bertemu orang lain; atau

  • takut bahwa hidupnya telah hancur.

Jangan mengatakan:

“Sudah, jangan dipikirkan.”

Dengarkan apa yang dirasakan anak.

Pastikan ia tidak menghadapi tekanan tersebut sendirian.

Jika anak menunjukkan tekanan emosional yang berat atau ada kekhawatiran terhadap keselamatannya, cari bantuan profesional dengan segera.

Ingatkan bahwa satu kejadian tidak menentukan masa depan anak

Anak mungkin merasa bahwa semua orang akan mengetahui kejadian tersebut selamanya.

Jangan membuat janji yang tidak dapat dipastikan seperti:

“Pasti semua fotonya akan hilang.”

Lebih baik katakan:

“Kita akan melakukan langkah yang bisa dilakukan untuk menghentikan penyebaran dan mendapatkan bantuan.”

Kemudian bantu anak menjalani kehidupan sehari-harinya dengan aman.

Anak tetap berhak belajar, bermain, berteman, tumbuh, dan mempunyai masa depan.

Jika anak menyesal pernah mengirim foto

Rasa menyesal dapat membuat anak terus menyalahkan dirinya.

Bantu anak membedakan antara keputusan yang mungkin sekarang ia sesali dan tindakan orang lain yang menyalahgunakan materi tersebut.

Anak dapat belajar dari pengalaman tanpa harus dipermalukan.

Kesalahan atau keputusan yang kurang aman tidak menghilangkan hak anak untuk mendapatkan perlindungan.

Delapan langkah yang perlu diingat

Jika foto atau video pribadi anak digunakan untuk mengancam atau telah disebarkan:

  1. Tetap tenang dan jangan menyalahkan anak.

  2. Periksa apakah anak aman sekarang.

  3. Jangan memenuhi permintaan tambahan karena takut.

  4. Jangan meneruskan materi sensitif.

  5. Simpan informasi yang diperlukan untuk pelaporan dengan aman.

  6. Hentikan dan blokir komunikasi jika aman dilakukan.

  7. Laporkan konten atau akun dan cari bantuan yang tepat.

  8. Terus dampingi anak setelah kejadian.

Yang perlu diingat

Anak yang fotonya disebarkan atau digunakan untuk mengancam bukan pihak yang harus dipermalukan.

Bahkan jika anak sebelumnya pernah mengirimkan materi tersebut dengan kemauannya sendiri, hal itu tidak memberikan hak kepada orang lain untuk menyebarkan, mengancam, atau mengeksploitasinya.

Jangan menyalahkan.

Jangan membayar atau memenuhi tuntutan karena panik.

Jangan menyebarkan materi untuk meminta pendapat.

Simpan informasi yang diperlukan, jaga privasi anak, gunakan mekanisme pelaporan, dan cari bantuan yang tepat.

Yang paling penting, pastikan anak mengetahui bahwa meminta bantuan selalu menjadi pilihan, bahkan ketika ia merasa telah melakukan kesalahan.