Kekhawatiran orang tua perlu didengarkan
Orang tua dan pengasuh melihat anak dalam kehidupan sehari-hari.
Mereka dapat memperhatikan perubahan kecil yang mungkin tidak terlihat oleh orang lain.
Karena itu, ketika orang tua merasa khawatir terhadap perkembangan anak, kekhawatiran tersebut layak diperhatikan.
Namun, khawatir tidak berarti anak pasti mengalami gangguan.
Langkah pertama adalah mengamati dengan tenang dan mencari informasi yang tepat.
Jangan langsung memberi diagnosis
Anak dapat menunjukkan perkembangan yang berbeda dari anak lain.
Hal tersebut tidak otomatis menunjukkan adanya kondisi tertentu.
Hindari mengatakan:
“Anak saya pasti mengalami gangguan.”
atau:
“Anak ini pasti autis.”
Diagnosis tidak dapat ditentukan hanya dari satu perilaku, satu video, satu daftar di internet, atau perbandingan dengan anak lain.
Gunakan kekhawatiran sebagai alasan untuk mencari pemahaman yang lebih baik.
Bukan sebagai alasan untuk memberi label.
Jelaskan apa yang benar-benar dikhawatirkan
Daripada mengatakan:
“Perkembangannya terlambat.”
cobalah menjelaskan secara lebih konkret.
Misalnya:
“Dalam beberapa bulan terakhir, anak masih sangat kesulitan menyampaikan apa yang dibutuhkan.”
atau:
“Anak sebelumnya menggunakan beberapa kata, tetapi sekarang kata-kata tersebut tidak lagi digunakan.”
Informasi yang konkret lebih membantu daripada kesimpulan umum.
Amati dalam kehidupan sehari-hari
Perhatikan anak ketika:
bermain;
makan;
berkomunikasi;
bergerak;
bersama keluarga;
bersama teman;
mengikuti kegiatan;
menghadapi perubahan;
mencoba sesuatu yang baru; dan
melakukan kegiatan sehari-hari.
Anak dapat menunjukkan kemampuan yang berbeda dalam situasi yang berbeda.
Karena itu, jangan membuat kesimpulan berdasarkan satu kejadian.
Lihat perkembangan secara menyeluruh
Perkembangan bukan hanya tentang berbicara, membaca, atau berhitung.
Perhatikan berbagai bidang.
Misalnya:
gerak dan koordinasi;
komunikasi dan bahasa;
kemampuan memahami;
bermain;
interaksi sosial;
emosi;
perhatian;
kemampuan memecahkan masalah; dan
kemandirian sehari-hari.
Seorang anak dapat memiliki kekuatan besar pada satu bidang dan membutuhkan dukungan pada bidang lainnya.
Catat perubahan yang penting
Jika kekhawatiran berlangsung, buat catatan sederhana.
Catatan dapat berisi:
apa yang diamati;
sejak kapan;
seberapa sering terjadi;
dalam situasi apa;
apa yang membantu;
apa yang membuat keadaan lebih sulit; dan
apakah terjadi perubahan dari kemampuan sebelumnya.
Catatan tidak perlu menjadi laporan panjang.
Tujuannya adalah membantu keluarga menjelaskan keadaan dengan lebih jelas ketika berkonsultasi.
Catat kemampuan anak juga
Jangan hanya mencatat kesulitan.
Catat juga:
apa yang sudah dapat dilakukan;
apa yang disukai;
bagaimana anak meminta sesuatu;
cara anak bermain;
siapa yang membuat anak nyaman;
kegiatan yang berhasil dilakukan; dan
bentuk dukungan yang membantu.
Gambaran yang seimbang membantu orang lain memahami anak secara lebih utuh.
Hindari membandingkan terus-menerus dengan anak lain
Perbandingan dapat membantu orang dewasa menyadari adanya perbedaan.
Namun, perbandingan bukan diagnosis.
Jangan menjadikan anak lain sebagai ukuran mutlak.
Perhatikan perkembangan anak dari waktu ke waktu.
Tanyakan:
“Apakah ada kemajuan?”
“Apakah ada kemampuan yang sulit berkembang?”
“Apakah kesulitan tersebut memengaruhi kehidupan sehari-hari?”
Pertanyaan seperti ini lebih berguna.
Bicarakan dengan pendidik
Jika anak mengikuti PAUD, pendidik dapat memberikan informasi dari lingkungan yang berbeda.
Tanyakan:
bagaimana anak berkomunikasi di kelas;
bagaimana ia bermain dengan teman;
kegiatan apa yang mudah;
kegiatan apa yang sulit;
dukungan apa yang sudah dicoba; dan
apakah pendidik melihat kekhawatiran yang sama.
Tujuannya bukan mencari siapa yang benar.
Tujuannya adalah mengumpulkan gambaran anak dari beberapa situasi.
Pendidik sebaiknya menyampaikan pengamatan, bukan diagnosis
Guru dapat mengatakan:
“Selama kegiatan kelompok, kami melihat anak sering membutuhkan instruksi diulang beberapa kali.”
Itu merupakan pengamatan.
Hindari mengatakan:
“Anak pasti mengalami gangguan tertentu.”
Diagnosis berada di luar tugas pendidik jika ia tidak memiliki kewenangan profesional untuk melakukannya.
Pendidik dapat membantu keluarga mengenali kebutuhan dan mendorong pencarian bantuan yang sesuai.
Jangan menunggu sampai anak mengalami kesulitan berat
Jika kekhawatiran terus berlangsung, tidak perlu menunggu sampai anak dianggap gagal di sekolah atau sangat tertinggal.
Mencari informasi lebih awal dapat membantu keluarga memahami kebutuhan anak.
Pemeriksaan juga tidak selalu berakhir dengan diagnosis.
Kadang-kadang keluarga justru mendapat kepastian bahwa perkembangan masih berada dalam variasi yang dapat diterima.
Pada situasi lain, anak mungkin memang membutuhkan dukungan tambahan.
Kehilangan kemampuan perlu diperhatikan
Jika anak kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki, hal tersebut perlu mendapat perhatian.
Misalnya:
sebelumnya menggunakan kata tertentu lalu berhenti menggunakannya;
sebelumnya mampu melakukan suatu gerakan lalu tidak lagi mampu;
sebelumnya aktif berinteraksi kemudian terjadi perubahan yang nyata; atau
kemampuan sehari-hari yang sebelumnya dikuasai menghilang.
Kehilangan kemampuan tidak boleh langsung digunakan untuk menentukan diagnosis.
Namun, keadaan seperti ini merupakan alasan yang baik untuk berkonsultasi dengan tenaga yang kompeten.
Cari tenaga yang sesuai
Bergantung pada jenis kekhawatiran, keluarga dapat memulai dari tenaga kesehatan yang biasa memantau anak.
Jika diperlukan, anak dapat dirujuk kepada tenaga lain yang kompeten.
Misalnya:
dokter;
tenaga kesehatan anak;
psikolog;
tenaga tumbuh kembang;
terapis;
ahli pendengaran;
ahli penglihatan; atau
tenaga profesional lain sesuai kebutuhan.
Tidak semua anak membutuhkan semua jenis pemeriksaan.
Pemeriksaan perlu disesuaikan dengan kekhawatiran yang ada.
Ceritakan kekhawatiran secara jelas
Saat berkonsultasi, sampaikan apa yang benar-benar diamati.
Bawa catatan jika membantu.
Sampaikan:
apa yang membuat khawatir;
sejak kapan;
apakah ada perubahan;
apa yang sudah dapat dilakukan anak;
bagaimana keadaan di rumah;
bagaimana keadaan di PAUD; dan
apakah ada informasi kesehatan yang relevan.
Semakin konkret informasinya, semakin mudah tenaga profesional memahami keadaan.
Tanyakan apakah skrining perkembangan diperlukan
Skrining perkembangan dapat digunakan untuk membantu melihat apakah perkembangan anak memerlukan perhatian lebih lanjut.
Skrining bukan diagnosis.
Hasil skrining dapat menunjukkan bahwa:
perkembangan perlu terus dipantau;
dukungan tertentu dapat diberikan; atau
pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan.
Jika hasil menunjukkan perlunya pemeriksaan lanjutan, jangan langsung menganggap anak telah mempunyai diagnosis.
Skrining bukan ujian kelulusan anak
Anak tidak “lulus” atau “gagal” sebagai manusia karena hasil skrining.
Alat skrining membantu orang dewasa mengumpulkan informasi.
Hasilnya tidak menentukan nilai seorang anak.
Gunakan hasil untuk memahami dukungan yang dibutuhkan.
Bukan untuk mempermalukan atau membandingkan.
Pemeriksaan pendengaran dan penglihatan dapat menjadi penting
Beberapa kesulitan komunikasi, perhatian, atau pembelajaran dapat dipengaruhi oleh kemampuan anak mendengar atau melihat.
Karena itu, tenaga profesional mungkin mempertimbangkan pemeriksaan pendengaran atau penglihatan sesuai keadaan anak.
Jangan membuat kesimpulan tentang perilaku anak sebelum kebutuhan dasarnya dipahami.
Jangan mencari diagnosis dari media sosial
Media sosial dapat membantu keluarga menemukan pengalaman orang lain.
Namun, pengalaman satu keluarga tidak dapat digunakan untuk menentukan kondisi anak lain.
Video singkat juga tidak memberikan gambaran lengkap.
Hindari meminta orang yang tidak mengenal anak untuk menentukan diagnosis melalui komentar.
Gunakan internet untuk menambah pengetahuan.
Bukan untuk menggantikan pemeriksaan yang tepat.
Berhati-hati dengan janji penyembuhan
Ketika keluarga khawatir, mereka dapat menjadi lebih mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan hasil cepat.
Berhati-hatilah terhadap klaim seperti:
“Pasti sembuh dalam satu minggu.”
“Cukup dengan produk ini.”
“Tidak perlu diperiksa.”
atau:
“Semua kondisi disebabkan oleh satu hal.”
Tanyakan:
apa dasar buktinya;
siapa yang memberikan layanan;
apakah orang tersebut memiliki kompetensi;
apa manfaat dan risikonya; dan
apakah klaim tersebut masuk akal.
Jangan menggunakan sesuatu yang berisiko bagi anak hanya karena keluarga sedang cemas.
Jangan menghentikan anak bermain sambil menunggu pemeriksaan
Proses mencari jawaban tidak berarti kehidupan anak harus berhenti.
Anak tetap membutuhkan:
bermain;
kasih sayang;
komunikasi;
rutinitas;
interaksi;
kesempatan bergerak;
tidur;
makanan yang baik;
rasa aman; dan
kesempatan belajar.
Dukungan sehari-hari tetap penting meskipun belum ada diagnosis.
Responsif terhadap komunikasi anak
Perhatikan cara anak berkomunikasi.
Ketika anak menunjuk, bersuara, menggunakan kata, gambar, isyarat, atau cara lain, berikan respons.
Tanggapi minat anak.
Ikuti sebagian permainannya.
Berikan kesempatan bergantian.
Interaksi yang responsif mendukung perkembangan dan hubungan anak dengan pengasuh.
WHO menempatkan pengasuhan responsif, kesempatan belajar sejak dini, kesehatan, nutrisi, serta rasa aman sebagai unsur penting nurturing care bagi perkembangan anak.
Gunakan kegiatan sehari-hari sebagai kesempatan belajar
Dukungan perkembangan tidak selalu membutuhkan alat khusus.
Saat makan, anak dapat memilih.
Saat mandi, orang dewasa dapat menyebut bagian tubuh.
Saat berjalan, anak dapat memperhatikan suara dan benda di sekitar.
Saat bermain, orang dewasa dapat mengikuti minat anak dan menambahkan bahasa.
Saat merapikan, anak dapat belajar mengelompokkan dan mengikuti urutan.
Interaksi sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi kesempatan belajar.
Jangan membebani anak dengan terlalu banyak latihan
Kekhawatiran dapat membuat keluarga ingin mengisi seluruh waktu anak dengan latihan.
Anak tetap membutuhkan masa kanak-kanak.
Anak membutuhkan waktu:
bermain bebas;
beristirahat;
bersama keluarga;
bergerak;
menikmati kegiatan yang disukai; dan
tidak selalu dinilai.
Dukungan perlu membantu kehidupan anak, bukan mengambil alih seluruh kehidupannya.
Tidak semua dukungan harus menunggu diagnosis
Jika anak kesulitan mengikuti instruksi, orang dewasa dapat menggunakan kalimat yang lebih sederhana.
Jika anak membutuhkan waktu, berikan waktu.
Jika gambar membantu, gunakan gambar.
Jika lingkungan terlalu bising, cari tempat yang lebih tenang.
Dukungan yang aman dan masuk akal dapat dimulai berdasarkan kebutuhan yang terlihat.
Anak tidak harus menunggu sebuah label untuk mendapat bantuan.
Jika ada diagnosis, anak tetap anak yang sama
Diagnosis dapat membantu menjelaskan kebutuhan tertentu.
Namun, diagnosis tidak mengubah nilai anak.
Anak masih memiliki:
kesukaan;
hubungan;
kekuatan;
kepribadian;
rasa ingin tahu;
pilihan; dan
masa depan.
Gunakan diagnosis sebagai informasi untuk membantu anak.
Jangan menjadikannya seluruh identitas anak.
Jangan menyembunyikan anak karena malu
Perbedaan perkembangan bukan alasan untuk menjauhkan anak dari lingkungan sosial.
Anak tetap membutuhkan kesempatan untuk:
bermain;
belajar;
berinteraksi;
mengikuti kegiatan keluarga;
dan menjadi bagian dari masyarakat.
Jika lingkungan belum ramah, upayakan mengurangi hambatan.
Bukan menghilangkan anak dari lingkungan.
Jaga privasi anak
Tidak semua orang perlu mengetahui hasil pemeriksaan atau kondisi perkembangan anak.
Bagikan informasi hanya kepada pihak yang membutuhkan untuk mendukung atau melindungi anak.
Hindari mengunggah hasil pemeriksaan, diagnosis, rekaman terapi, atau kesulitan anak ke media sosial tanpa pertimbangan yang sangat hati-hati.
Informasi kesehatan dan perkembangan merupakan bagian dari privasi anak.
Jangan menyalahkan orang tua
Ketika ada kekhawatiran perkembangan, keluarga dapat merasa bersalah.
Pendidik dan tenaga layanan sebaiknya tidak memulai dengan mencari siapa yang salah.
Fokuskan pembicaraan pada:
“Apa yang kita ketahui?”
“Apa yang perlu diperiksa?”
“Apa yang dapat membantu anak?”
Pendekatan yang berpusat pada keluarga juga ditekankan WHO dan UNICEF dalam dukungan bagi anak dengan keterlambatan perkembangan dan disabilitas.
Jangan menyalahkan anak
Anak tidak memilih mengalami kesulitan.
Jangan mengatakan:
“Dia malas bicara.”
“Dia sengaja tidak mau.”
“Kalau mau berusaha pasti bisa.”
Kesulitan anak mungkin mempunyai penyebab yang belum kita pahami.
Gunakan rasa ingin tahu, bukan penghakiman.
Minta penjelasan yang dapat dipahami
Jika keluarga menerima hasil pemeriksaan, mereka berhak meminta penjelasan.
Tanyakan:
apa arti hasil tersebut;
apa yang belum diketahui;
apa yang perlu dilakukan selanjutnya;
dukungan apa yang disarankan;
bagaimana keluarga dapat membantu di rumah; dan
kapan perkembangan perlu ditinjau kembali.
Jangan ragu meminta istilah teknis dijelaskan dengan bahasa sederhana.
Jika masih ragu, boleh mencari pendapat lain
Dalam keadaan tertentu, keluarga mungkin masih belum memahami hasil pemeriksaan atau merasa perlu mendapatkan pandangan lain.
Pendapat profesional kedua dapat dipertimbangkan.
Tujuannya bukan mencari jawaban yang paling menyenangkan.
Tujuannya adalah memperoleh pemahaman yang cukup untuk membuat keputusan yang baik bagi anak.
Buat rencana sederhana
Setelah mendapatkan informasi, keluarga tidak harus mengubah semuanya sekaligus.
Mulailah dengan beberapa tujuan yang bermakna.
Misalnya:
anak lebih mudah meminta bantuan;
komunikasi sehari-hari meningkat;
anak lebih mampu mengikuti rutinitas;
anak mendapat kesempatan bermain bersama;
lingkungan menjadi lebih nyaman; atau
keluarga mengetahui cara merespons kebutuhan anak.
Tujuan yang konkret lebih mudah dipantau.
Tinjau kemajuan secara berkala
Dukungan yang efektif untuk satu periode mungkin perlu berubah ketika anak berkembang.
Perhatikan:
apa yang membaik;
apa yang masih sulit;
dukungan apa yang membantu;
apakah ada kemampuan baru;
dan apakah kebutuhan anak berubah.
Evaluasi bukan untuk mencari kegagalan.
Evaluasi membantu memastikan dukungan tetap relevan.
Delapan langkah ketika mulai khawatir
Jika orang tua khawatir terhadap tumbuh kembang anak:
Tenang dan jangan langsung memberi diagnosis.
Amati perkembangan anak dalam kehidupan sehari-hari.
Catat kekhawatiran dan kemampuan anak secara konkret.
Bicarakan dengan pendidik jika anak mengikuti PAUD.
Konsultasikan kekhawatiran kepada tenaga yang kompeten.
Tanyakan apakah skrining atau pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.
Tetap berikan pengasuhan, bermain, komunikasi, dan dukungan sehari-hari.
Jaga martabat, privasi, dan hak anak selama seluruh proses.
Yang perlu diingat
Khawatir terhadap perkembangan anak bukan alasan untuk panik, tetapi juga bukan sesuatu yang harus selalu diabaikan.
Amati.
Catat.
Diskusikan.
Cari bantuan yang tepat jika kekhawatiran menetap.
Jangan mendiagnosis sendiri.
Jangan memberi label.
Jangan menunggu sampai kesulitan menjadi sangat berat.
Dan selama proses mencari jawaban, tetap lihat anak sebagai anak yang utuh dengan kekuatan, kebutuhan, hak, hubungan, dan potensi untuk terus berkembang.