Setiap anak berkembang dengan caranya sendiri
Anak tumbuh dan berkembang sejak lahir.
Namun, perkembangan setiap anak tidak berjalan dengan kecepatan yang persis sama.
Ada anak yang lebih cepat berbicara.
Ada yang lebih dahulu terampil bergerak.
Ada yang membutuhkan waktu lebih lama untuk merasa nyaman bersama orang lain.
Ada pula anak yang sangat menonjol pada satu kemampuan tetapi membutuhkan dukungan lebih banyak pada kemampuan lainnya.
Perbedaan seperti ini dapat menjadi bagian dari variasi perkembangan anak.
Perkembangan bukan perlombaan
Perkembangan anak tidak perlu diperlakukan seperti perlombaan.
Anak tidak harus menjadi yang paling cepat berjalan, berbicara, membaca, berhitung, atau melakukan keterampilan tertentu.
Yang lebih penting adalah memahami bagaimana anak berkembang dari waktu ke waktu.
Perhatikan kemajuan anak dibandingkan dengan perkembangan dirinya sendiri, bukan hanya dibandingkan dengan anak lain.
Usia tetap penting, tetapi bukan satu-satunya ukuran
Usia membantu orang dewasa memahami kemampuan yang biasanya mulai berkembang pada periode tertentu.
Namun, usia bukan satu-satunya dasar untuk menilai seorang anak.
Perkembangan juga dipengaruhi oleh banyak hal.
Misalnya:
kesehatan;
kesempatan belajar;
lingkungan;
hubungan dengan orang dewasa;
pengalaman bermain;
bahasa yang digunakan;
pola interaksi;
kondisi keluarga;
kebutuhan dukungan tertentu; dan
karakteristik individual anak.
Karena itu, penilaian perkembangan perlu dilakukan secara utuh.
Perkembangan mempunyai banyak bagian
Perkembangan anak tidak hanya tentang kemampuan akademik.
Anak berkembang dalam banyak bidang yang saling berhubungan.
Perkembangan fisik
Berkaitan dengan pertumbuhan tubuh, gerakan, koordinasi, kekuatan, dan kemampuan menggunakan anggota tubuh.
Perkembangan bahasa dan komunikasi
Berkaitan dengan memahami bahasa, menggunakan suara, gerakan, kata, atau cara lain untuk berkomunikasi.
Perkembangan kognitif
Berkaitan dengan kemampuan memperhatikan, mengingat, berpikir, mencoba, memecahkan masalah, dan memahami lingkungan.
Perkembangan sosial
Berkaitan dengan kemampuan berinteraksi, membangun hubungan, bermain bersama, bekerja sama, dan memahami orang lain.
Perkembangan emosional
Berkaitan dengan mengenali, mengekspresikan, dan secara bertahap belajar mengelola perasaan.
Perkembangan kemandirian
Berkaitan dengan kemampuan melakukan kegiatan sehari-hari sesuai usia dan kesempatan yang diberikan.
Semua bagian tersebut penting.
Anak dapat kuat di satu bidang dan membutuhkan dukungan di bidang lain
Perkembangan tidak selalu berjalan rata.
Seorang anak mungkin memiliki kemampuan bahasa yang kuat tetapi masih membutuhkan bantuan dalam mengelola emosi.
Anak lain mungkin sangat terampil bergerak tetapi membutuhkan lebih banyak waktu untuk berkomunikasi.
Hal seperti ini tidak otomatis berarti ada masalah.
Lihat keseluruhan perkembangan anak.
Jangan menilai seorang anak hanya dari satu kemampuan.
Hindari membandingkan anak secara merendahkan
Kalimat seperti:
“Lihat adikmu sudah bisa.”
“Temanmu sudah lancar, kok kamu belum?”
“Anak lain seusiamu bisa.”
dapat membuat anak merasa dirinya kurang berharga.
Perbandingan juga belum tentu membantu anak belajar.
Lebih baik gunakan kalimat yang berfokus pada kemajuan.
Misalnya:
“Kamu sekarang sudah bisa menyusun lebih banyak balok.”
atau:
“Kemarin kamu masih perlu dibantu. Sekarang kamu sudah mencoba sendiri.”
Perhatian seperti ini membantu anak mengenali perkembangannya sendiri.
Jangan terlalu cepat memberi label
Ketika seorang anak berbeda dari anak lain, orang dewasa mungkin terburu-buru memberi label.
Misalnya:
“Dia malas.”
“Dia nakal.”
“Dia tidak bisa.”
“Dia terlalu lambat.”
Label seperti itu dapat menutupi kebutuhan anak yang sebenarnya.
Perilaku yang terlihat dapat mempunyai banyak penyebab.
Anak mungkin:
belum memahami instruksi;
membutuhkan waktu lebih lama;
sedang lelah;
merasa cemas;
mengalami kesulitan komunikasi;
terganggu oleh lingkungan;
mempunyai kebutuhan sensorik tertentu; atau
membutuhkan cara belajar yang berbeda.
Cari tahu kebutuhan sebelum membuat kesimpulan.
Berikan kesempatan sebelum menilai kemampuan
Anak perlu kesempatan untuk mencoba.
Kadang-kadang orang dewasa terlalu cepat membantu karena khawatir anak kesulitan.
Berikan waktu yang cukup.
Tunggu.
Amati.
Berikan bantuan hanya sebanyak yang dibutuhkan.
Anak dapat menunjukkan kemampuan yang berbeda ketika merasa aman dan tidak terburu-buru.
Bermain membantu kita memahami perkembangan anak
Bermain memberikan banyak kesempatan untuk melihat bagaimana anak:
bergerak;
berkomunikasi;
memecahkan masalah;
menggunakan imajinasi;
berinteraksi;
menunggu giliran;
mengekspresikan emosi; dan
mencoba hal baru.
Karena itu, bermain bukan sekadar waktu istirahat dari belajar.
Bermain merupakan bagian penting dari proses belajar dan perkembangan.
Amati dalam berbagai situasi
Jangan membuat kesimpulan hanya dari satu kejadian.
Kemampuan anak dapat terlihat berbeda:
di rumah;
di sekolah;
bersama teman;
bersama orang dewasa;
ketika lelah;
ketika berada di tempat baru; atau
ketika melakukan kegiatan yang disukainya.
Pengamatan dalam berbagai situasi memberikan gambaran yang lebih utuh.
Perhatikan kemajuan dari waktu ke waktu
Salah satu pertanyaan penting adalah:
“Apakah anak mengalami kemajuan?”
Kemajuan tidak harus selalu besar.
Perubahan kecil juga penting.
Misalnya, anak yang sebelumnya tidak mau berinteraksi mungkin mulai mendekati teman.
Anak yang awalnya hanya menggunakan gerakan mungkin mulai menggunakan beberapa kata.
Anak yang sebelumnya membutuhkan banyak bantuan mungkin mulai melakukan sebagian kegiatan secara mandiri.
Catat kemajuan tanpa menjadikan anak sebagai objek ujian terus-menerus.
Dengarkan keluarga
Keluarga mengenal banyak kebiasaan anak dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidik dapat bertanya:
apa yang disukai anak;
bagaimana anak berkomunikasi di rumah;
apa yang sudah dapat dilakukan;
apa yang membuat anak nyaman;
apa yang membuat keluarga khawatir; dan
dukungan apa yang sudah membantu.
Percakapan antara keluarga dan pendidik sebaiknya menjadi kerja sama.
Hindari berbicara seolah-olah keluarga sedang diadili.
Dengarkan anak
Anak juga dapat memberikan informasi tentang dirinya.
Tidak semua anak menyampaikannya melalui kalimat panjang.
Anak dapat berkomunikasi melalui:
kata;
gerakan;
ekspresi;
pilihan;
permainan;
gambar; atau
cara komunikasi lainnya.
Perhatikan cara anak menyampaikan kenyamanan, ketertarikan, penolakan, kelelahan, atau kebutuhan bantuan.
Perbedaan bukan alasan untuk mengucilkan
Anak yang berkembang dengan cara berbeda tetap memiliki hak untuk bermain, belajar, berpartisipasi, dan menjadi bagian dari kelompok.
Jangan langsung memisahkan anak hanya karena ia membutuhkan dukungan lebih banyak.
Pertanyaan yang sebaiknya diajukan adalah:
“Apa yang perlu kita ubah agar anak dapat berpartisipasi?”
Bukan:
“Apakah anak ini cocok berada di sini?”
Lingkungan juga mempunyai tanggung jawab untuk menyesuaikan diri.
Penyesuaian bukan perlakuan istimewa
Sebagian anak membutuhkan cara yang berbeda agar dapat berpartisipasi.
Misalnya:
instruksi yang lebih sederhana;
waktu lebih lama;
bantuan visual;
lingkungan yang lebih tenang;
posisi duduk tertentu;
alat bantu;
kesempatan bergerak;
cara komunikasi alternatif; atau
bantuan orang dewasa pada kegiatan tertentu.
Memberikan penyesuaian tidak berarti memanjakan anak.
Penyesuaian membantu mengurangi hambatan.
Jangan memaksa semua anak belajar dengan cara yang sama
Satu kegiatan dapat diberikan dengan beberapa cara.
Ada anak yang lebih mudah memahami melalui gambar.
Ada yang membutuhkan contoh langsung.
Ada yang perlu menyentuh dan mencoba.
Ada yang membutuhkan pengulangan.
Ada yang perlu waktu untuk mengamati sebelum ikut.
Pendidik dapat menjaga tujuan belajar sambil memberikan lebih dari satu cara untuk mencapainya.
Perhatikan lingkungan sebelum menyalahkan anak
Jika anak sulit mengikuti kegiatan, jangan langsung menyimpulkan bahwa masalahnya ada pada anak.
Periksa juga lingkungan.
Tanyakan:
apakah ruangan terlalu ramai;
apakah instruksi terlalu panjang;
apakah kegiatan terlalu sulit;
apakah anak sudah lelah;
apakah waktu terlalu lama;
apakah alat dapat digunakan anak;
apakah cara berkomunikasi sesuai; dan
apakah anak merasa aman.
Kadang-kadang perubahan kecil pada lingkungan membuat perbedaan besar.
Kapan orang dewasa perlu lebih memperhatikan?
Variasi perkembangan adalah hal yang wajar.
Namun, orang dewasa tetap perlu memperhatikan ketika terdapat kekhawatiran yang terus berlangsung.
Misalnya:
anak kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki;
komunikasi sangat sulit dan menghambat kebutuhan sehari-hari;
anak mengalami kesulitan besar dalam bergerak atau melakukan kegiatan;
terdapat perubahan perkembangan yang nyata;
anak terus-menerus sangat kesulitan berinteraksi dalam berbagai situasi;
keluarga atau pendidik melihat hambatan yang mengganggu kehidupan sehari-hari; atau
ada kekhawatiran lain yang tidak membaik meskipun sudah diberikan dukungan.
Tanda seperti ini bukan diagnosis.
Tanda tersebut berarti anak mungkin membutuhkan penilaian atau dukungan lebih lanjut.
Kehilangan kemampuan perlu diperhatikan
Jika anak kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki, jangan hanya menunggu tanpa memperhatikan.
Misalnya, anak yang sebelumnya sudah menggunakan kata tertentu kemudian tidak lagi menggunakannya dalam waktu yang cukup lama.
Atau anak yang sebelumnya mampu melakukan suatu kegiatan kemudian kehilangan kemampuan tersebut.
Perubahan seperti ini layak dibicarakan dengan tenaga yang kompeten.
Jangan mendiagnosis sendiri
Internet menyediakan banyak daftar tanda perkembangan.
Daftar tersebut dapat membantu orang dewasa memahami hal yang perlu diperhatikan.
Namun, daftar di internet tidak dapat menggantikan penilaian oleh tenaga yang kompeten.
Jangan memberi diagnosis kepada anak berdasarkan video, unggahan media sosial, atau satu daftar pemeriksaan.
Gunakan informasi untuk mencari bantuan, bukan untuk memberi label.
Cari bantuan tanpa menunggu anak dianggap gagal
Dukungan tidak perlu menunggu sampai masalah menjadi sangat berat.
Jika keluarga memiliki kekhawatiran, bicarakan dengan pihak yang sesuai.
Tergantung kebutuhan anak, bantuan dapat melibatkan:
pendidik;
tenaga kesehatan;
tenaga tumbuh kembang;
psikolog;
terapis;
atau tenaga profesional lain yang kompeten.
Tujuannya bukan mencari label.
Tujuannya adalah memahami kebutuhan dan dukungan yang sesuai.
Orang tua tidak perlu merasa malu mencari bantuan
Mencari bantuan bukan tanda bahwa keluarga gagal.
Sebaliknya, mencari informasi ketika ada kekhawatiran merupakan bagian dari memastikan anak mendapat dukungan yang dibutuhkan.
Hindari budaya saling menyalahkan.
Fokuslah pada pertanyaan:
“Apa yang dibutuhkan anak sekarang?”
Pendidik juga tidak boleh membuat diagnosis
Guru dapat mengamati dan mencatat perkembangan.
Guru dapat menjelaskan perilaku yang terlihat.
Guru dapat berdiskusi dengan keluarga.
Namun, pendidik sebaiknya tidak memberikan diagnosis yang berada di luar kewenangannya.
Gunakan bahasa konkret.
Misalnya:
“Dalam tiga minggu terakhir, kami mengamati anak jarang merespons ketika dipanggil dalam kegiatan kelompok.”
lebih baik daripada:
“Anak ini pasti mengalami gangguan tertentu.”
Pisahkan pengamatan dari kesimpulan.
Gunakan catatan yang menghormati anak
Jika perkembangan perlu dicatat, gunakan bahasa yang netral.
Hindari:
“Anak gagal.”
“Anak bermasalah.”
“Anak tidak normal.”
Lebih baik tulis apa yang benar-benar diamati.
Misalnya:
“Anak membutuhkan bantuan untuk mengikuti instruksi dua langkah.”
Catatan seharusnya membantu menentukan dukungan, bukan memberi cap kepada anak.
Jangan hanya melihat kekurangan
Ketika ada kekhawatiran perkembangan, orang dewasa mudah berfokus pada hal yang belum dapat dilakukan anak.
Tetap lihat kekuatan anak.
Tanyakan:
apa yang disukai;
apa yang membuatnya tertarik;
bagaimana ia berkomunikasi;
apa yang sudah dapat dilakukan;
siapa yang membuatnya merasa aman; dan
dukungan apa yang berhasil.
Kekuatan anak dapat menjadi dasar untuk membantu bidang yang masih membutuhkan dukungan.
Lima pertanyaan sebelum membandingkan anak
Sebelum berkata bahwa seorang anak “tertinggal”, tanyakan:
Apakah saya hanya membandingkannya dengan anak lain?
Apakah saya sudah melihat kemajuan anak dari waktu ke waktu?
Apakah lingkungan sudah memberi kesempatan yang sesuai?
Apakah anak mungkin membutuhkan cara atau dukungan yang berbeda?
Apakah kekhawatiran cukup kuat untuk dibicarakan dengan tenaga yang kompeten?
Pertanyaan ini membantu kita lebih berhati-hati dalam menilai perkembangan.
Yang perlu diingat
Setiap anak berkembang, tetapi tidak setiap anak berkembang dengan cara dan kecepatan yang sama.
Perbedaan tidak otomatis berarti masalah.
Jangan menjadikan perkembangan sebagai perlombaan.
Jangan cepat memberi label.
Lihat anak secara utuh.
Perhatikan kemajuan.
Sesuaikan lingkungan dan dukungan.
Dan jika terdapat kekhawatiran yang terus berlangsung, cari bantuan lebih awal tanpa mempermalukan anak atau keluarganya.
Tujuannya bukan membuat semua anak menjadi sama.
Tujuannya adalah memastikan setiap anak mempunyai kesempatan untuk berkembang sebaik mungkin dengan dukungan yang sesuai kebutuhannya.