Data pribadi anak perlu dilindungi
Ketika anak menggunakan telepon, tablet, komputer, permainan, aplikasi, atau media sosial, berbagai informasi tentang dirinya dapat tersimpan atau dikumpulkan.
Sebagian informasi diberikan secara langsung oleh anak.
Sebagian lainnya dapat dikumpulkan secara otomatis oleh perangkat atau aplikasi.
Karena itu, menjaga privasi anak bukan hanya soal mengingatkan:
“Jangan beritahu alamat rumah.”
Orang dewasa juga perlu memperhatikan aplikasi apa yang digunakan, data apa yang diminta, dan siapa yang dapat mengakses informasi tersebut.
Apa yang termasuk data pribadi anak?
Data pribadi adalah informasi yang dapat berkaitan dengan atau membantu mengenali seorang anak.
Contohnya:
nama;
tanggal lahir;
alamat rumah;
nomor telepon;
alamat surel;
nama sekolah;
foto dan video;
rekaman suara;
lokasi;
akun media sosial;
informasi keluarga;
informasi kesehatan;
informasi pendidikan;
identitas perangkat;
riwayat aktivitas; dan
informasi lain yang dapat dikaitkan dengan anak.
Beberapa informasi terlihat biasa jika berdiri sendiri.
Namun, ketika digabungkan, informasi tersebut dapat mengungkap banyak hal tentang kehidupan anak.
Aplikasi dapat mengumpulkan data tanpa terlihat
Anak tidak selalu mengetahui informasi apa yang sedang dikumpulkan.
Sebuah aplikasi dapat meminta akses ke:
lokasi;
kamera;
mikrofon;
foto;
kontak;
kalender;
penyimpanan perangkat;
Bluetooth; atau
informasi penggunaan perangkat.
Tidak semua izin tersebut selalu diperlukan agar aplikasi dapat berfungsi.
Karena itu, jangan langsung menyetujui semua permintaan akses.
Periksa satu per satu.
Tanyakan: apakah aplikasi benar-benar membutuhkan data ini?
Gunakan pertanyaan sederhana.
Jika aplikasi permainan meminta lokasi, tanyakan:
“Untuk apa permainan ini membutuhkan lokasi anak?”
Jika aplikasi meminta seluruh daftar kontak, tanyakan:
“Apakah fitur ini benar-benar memerlukan semua kontak?”
Jika jawabannya tidak jelas, pertimbangkan untuk menolak atau membatasi akses.
Prinsip sederhananya:
Berikan data secukupnya untuk fungsi yang memang diperlukan.
Semakin sedikit data yang tidak perlu dibagikan, semakin kecil risiko terhadap privasi anak.
Periksa izin aplikasi
Buka pengaturan perangkat secara berkala.
Periksa aplikasi mana yang dapat menggunakan:
kamera;
mikrofon;
lokasi;
foto;
kontak; dan
fitur sensitif lainnya.
Jika suatu akses tidak lagi diperlukan, matikan.
Jangan beranggapan bahwa izin yang pernah diberikan harus berlaku selamanya.
Kebutuhan aplikasi dan penggunaan anak dapat berubah.
Perhatikan akses kamera dan mikrofon
Kamera dan mikrofon dapat menjadi bagian penting dari pembelajaran, permainan, dan komunikasi.
Namun, tidak semua aplikasi memerlukannya sepanjang waktu.
Jika suatu aplikasi hanya memerlukan kamera ketika anak membuat foto, tidak selalu perlu memberikan akses tanpa batas.
Pilih pengaturan yang paling terbatas tetapi tetap memungkinkan fungsi yang dibutuhkan.
Ajarkan juga anak untuk memperhatikan ketika perangkat menunjukkan bahwa kamera atau mikrofon sedang digunakan.
Lokasi anak adalah informasi sensitif
Lokasi dapat menunjukkan di mana anak berada.
Jika dikumpulkan terus-menerus, data lokasi juga dapat menggambarkan kebiasaan anak.
Misalnya:
rumah;
sekolah;
tempat bermain;
tempat kegiatan;
rute perjalanan; atau
waktu anak biasanya berada di tempat tertentu.
Karena itu, jangan mengaktifkan akses lokasi untuk semua aplikasi secara otomatis.
Jika lokasi diperlukan, pertimbangkan apakah akses hanya saat aplikasi digunakan sudah cukup.
Hindari membagikan lokasi secara langsung tanpa kebutuhan
Media sosial dan aplikasi tertentu memungkinkan pengguna menampilkan lokasi saat ini.
Fitur tersebut dapat berguna dalam keadaan tertentu.
Namun, membagikan lokasi anak kepada banyak orang dapat menimbulkan risiko.
Berhati-hatilah ketika mengunggah:
“Kami sedang di sini.”
atau informasi yang menunjukkan anak sedang berada di suatu lokasi secara langsung.
Tidak semua orang perlu mengetahui keberadaan anak setiap saat.
Periksa pengaturan privasi media sosial
Pengaturan bawaan tidak selalu sesuai dengan kebutuhan anak.
Periksa:
siapa yang dapat melihat profil;
siapa yang dapat melihat unggahan;
siapa yang dapat mengirim pesan;
siapa yang dapat mengikuti akun;
siapa yang dapat menandai anak;
siapa yang dapat membagikan ulang konten;
apakah lokasi terlihat; dan
apakah akun dapat ditemukan melalui nomor telepon atau alamat surel.
Sesuaikan pengaturan dengan usia, kebutuhan, dan kemampuan anak.
Jangan menganggap akun privat berarti sepenuhnya aman
Akun privat dapat membantu membatasi siapa yang dapat melihat konten.
Namun, orang yang sudah mendapat akses tetap dapat:
mengambil tangkapan layar;
menyimpan foto;
meneruskan pesan; atau
membagikan informasi kepada orang lain.
Karena itu, anak tetap perlu berpikir sebelum membagikan informasi pribadi.
Aturan yang sederhana adalah:
Jangan unggah sesuatu yang dapat membahayakan atau sangat mempermalukan jika suatu hari tersebar lebih luas.
Jaga kata sandi
Kata sandi adalah salah satu perlindungan dasar akun.
Gunakan kata sandi yang:
tidak mudah ditebak;
tidak menggunakan nama atau tanggal lahir;
berbeda untuk akun penting; dan
tidak diberikan kepada teman.
Jika layanan menyediakan perlindungan tambahan seperti verifikasi dua langkah, pertimbangkan untuk menggunakannya.
Jangan pernah memberikan kode verifikasi kepada orang yang meminta melalui pesan.
Teman dekat tetap tidak membutuhkan kata sandi
Anak kadang-kadang membagikan kata sandi sebagai tanda kepercayaan kepada teman atau pasangan.
Bantu anak memahami bahwa menjaga kata sandi bukan berarti tidak mempercayai teman.
Akun adalah ruang pribadi.
Pertemanan yang sehat tidak membutuhkan akses terhadap seluruh akun pribadi seseorang.
Periksa perangkat yang masih masuk ke akun
Beberapa layanan memungkinkan akun tetap terbuka di beberapa perangkat.
Secara berkala, periksa perangkat mana yang masih mempunyai akses.
Keluar dari perangkat yang:
sudah tidak digunakan;
tidak dikenali;
pernah dipinjamkan;
sudah dijual; atau
tidak lagi berada dalam penguasaan keluarga.
Hal sederhana ini dapat mencegah orang lain tetap memiliki akses tanpa disadari.
Perbarui perangkat dan aplikasi
Pembaruan perangkat lunak sering kali mencakup perbaikan keamanan.
Karena itu, perangkat dan aplikasi yang digunakan anak sebaiknya diperbarui secara berkala.
Gunakan aplikasi dari sumber yang dapat dipercaya.
Hindari mengunduh aplikasi dari tautan yang tidak jelas hanya karena menjanjikan permainan gratis, hadiah, atau fitur tambahan.
Periksa sebelum memasang aplikasi baru
Sebelum anak memasang aplikasi, lihat:
siapa pengembangnya;
apa fungsi aplikasinya;
data apa yang diminta;
izin apa yang diperlukan;
apakah terdapat pembelian;
apakah anak dapat berkomunikasi dengan orang lain;
apakah terdapat iklan; dan
apakah aplikasi sesuai dengan usia anak.
Nama yang menarik atau banyaknya unduhan tidak otomatis berarti aplikasi aman bagi anak.
Perhatikan mainan dan perangkat pintar
Data tidak hanya dikumpulkan oleh telepon dan komputer.
Perangkat lain juga dapat terhubung ke internet.
Misalnya:
jam pintar;
mainan pintar;
kamera;
speaker pintar;
perangkat pelacak; dan
perangkat rumah lainnya.
Periksa apakah perangkat tersebut mempunyai mikrofon, kamera, lokasi, atau koneksi internet.
Baca pengaturan privasi dan keamanan sebelum memberikan perangkat kepada anak.
Berhati-hati dengan kuis dan permainan di media sosial
Kuis seperti:
“Siapa nama panggilanmu?”
“Apa nama sekolah pertamamu?”
“Di mana kamu lahir?”
mungkin terlihat sebagai permainan.
Namun, informasi tersebut dapat merupakan informasi pribadi.
Ajarkan anak tidak menjawab pertanyaan pribadi hanya karena disajikan sebagai hiburan.
Tidak semua informasi perlu dibagikan untuk mengikuti tren.
Jangan memberikan data untuk hadiah yang tidak jelas
Anak dapat menemukan pesan:
“Isi data dan dapatkan hadiah.”
“Masukkan nomor telepon untuk menang.”
“Login untuk mendapat item gratis.”
Ajarkan anak berhenti sebelum memberikan informasi.
Jika tawaran terlihat terlalu bagus, mintalah bantuan orang dewasa untuk memeriksanya.
Hadiah tidak seharusnya membuat anak menyerahkan informasi pribadi tanpa memahami siapa yang menerimanya.
Waspadai tautan yang meminta login kembali
Pesan dapat mengatakan bahwa akun anak bermasalah dan meminta anak masuk melalui sebuah tautan.
Tautan tersebut mungkin dibuat untuk mencuri kata sandi.
Jika menerima pesan seperti itu:
jangan langsung menekan tautan;
buka aplikasi atau situs resmi secara terpisah;
periksa apakah benar ada masalah; dan
minta bantuan jika ragu.
Jangan memberikan kata sandi atau kode keamanan melalui pesan.
Anak tidak perlu mengisi semua kolom profil
Beberapa layanan memberikan banyak pilihan informasi profil.
Anak tidak harus mengisi semuanya.
Tidak perlu menambahkan alamat, sekolah, tanggal lahir lengkap, nomor telepon, atau informasi lain jika tidak diperlukan.
Profil yang lebih lengkap tidak selalu berarti lebih baik.
Bagikan hanya informasi yang memang mempunyai tujuan.
Foto dapat mengandung informasi pribadi
Sebelum mengunggah foto, lihat bukan hanya wajah anak.
Periksa juga latar belakang.
Foto dapat memperlihatkan:
seragam;
kartu identitas;
nomor rumah;
papan nama sekolah;
lokasi;
tiket;
dokumen;
layar komputer; atau
informasi keluarga.
Hal kecil di dalam foto dapat memberikan informasi yang tidak sengaja ingin dibagikan.
Orang dewasa juga harus menjaga data anak
Tidak adil jika anak diminta menjaga privasi tetapi orang dewasa terus membagikan seluruh kehidupannya.
Orang tua perlu berhati-hati ketika mengunggah:
foto anak;
prestasi;
kondisi kesehatan;
sekolah;
lokasi;
masalah perilaku;
dokumen; atau
pengalaman pribadi anak.
Privasi anak perlu dihormati juga oleh keluarga.
Jelaskan mengapa data berharga
Jangan hanya mengatakan:
“Pokoknya jangan kasih data.”
Bantu anak memahami alasannya.
Data dapat digunakan untuk:
mengenali seseorang;
menghubungi seseorang;
mengetahui kebiasaannya;
menampilkan iklan;
mencoba masuk ke akun;
menipu;
atau melakukan tindakan lain yang tidak diinginkan.
Ketika memahami alasannya, anak lebih mudah membuat keputusan sendiri.
Jejak digital terbentuk sedikit demi sedikit
Jejak digital bukan hanya satu foto besar atau satu unggahan penting.
Ia terbentuk dari banyak hal kecil:
pencarian;
komentar;
suka;
lokasi;
akun yang diikuti;
permainan;
foto;
pesan; dan
aktivitas lainnya.
Karena itu, privasi digital perlu menjadi kebiasaan sehari-hari.
Bukan sesuatu yang diperiksa hanya ketika terjadi masalah.
Jangan menakut-nakuti anak
Tujuan pendidikan privasi bukan membuat anak takut menggunakan teknologi.
Anak juga mempunyai hak untuk belajar, mencari informasi, berkomunikasi, berkarya, dan berpartisipasi di ruang digital.
Ajarkan kewaspadaan dengan cara yang seimbang.
Pesannya bukan:
“Internet berbahaya.”
Pesannya:
“Ada banyak hal bermanfaat di internet. Kita perlu tahu bagaimana menggunakan dan melindungi diri dengan baik.”
Libatkan anak dalam keputusan privasi
Seiring bertambahnya usia dan kemampuan anak, libatkan ia lebih banyak dalam mengatur privasinya.
Bicarakan:
aplikasi apa yang digunakan;
izin apa yang diberikan;
siapa yang dapat melihat akun;
informasi apa yang dibagikan; dan
bagaimana menghadapi masalah.
Jangan hanya mengubah semua pengaturan secara diam-diam jika situasinya memungkinkan untuk dibicarakan.
Anak perlu belajar mengelola privasinya sendiri secara bertahap.
Pengawasan orang dewasa juga mempunyai batas
Melindungi anak tidak berarti orang dewasa harus membaca seluruh pesan, memeriksa setiap percakapan, atau mengawasi setiap gerakan digital tanpa alasan.
Pendampingan perlu mempertimbangkan:
usia;
kematangan;
kebutuhan;
kemampuan anak; dan
risiko yang sedang dihadapi.
Semakin berkembang kemampuan anak, semakin besar ruang privasi dan tanggung jawab yang dapat diberikan.
Jika pengawasan tambahan memang diperlukan untuk keselamatan, jelaskan alasannya kepada anak sejauh memungkinkan.
Jika data anak sudah terlanjur tersebar
Jangan panik.
Pertama, cari tahu:
informasi apa yang tersebar;
di mana informasi berada;
siapa yang dapat melihatnya;
apakah ada risiko keselamatan;
dan apakah informasi dapat dihapus atau dibatasi.
Gunakan mekanisme platform untuk mengubah privasi, menghapus konten, memblokir akun, atau membuat laporan jika diperlukan.
Jika ada ancaman, pemerasan, pencurian akun, atau risiko keselamatan, cari bantuan yang tepat.
Jangan menyalahkan anak karena melakukan kesalahan
Anak dapat salah menekan tombol, memberikan informasi, atau mempercayai seseorang.
Gunakan kejadian tersebut untuk memperbaiki keadaan dan belajar.
Jika setiap kesalahan dibalas dengan kemarahan, anak mungkin menyembunyikan masalah berikutnya.
Katakan:
“Kita lihat apa yang bisa kita amankan sekarang.”
Kemudian selesaikan masalah bersama.
Lakukan pemeriksaan privasi keluarga secara berkala
Privasi bukan pengaturan yang cukup dilakukan satu kali.
Aplikasi berubah.
Anak bertambah usia.
Perangkat baru digunakan.
Kebutuhan juga berubah.
Keluarga dapat melakukan pemeriksaan sederhana secara berkala:
aplikasi apa yang digunakan;
izin apa yang aktif;
siapa yang dapat melihat akun;
apakah kata sandi masih aman;
perangkat apa yang masih terhubung; dan
apakah ada informasi yang tidak perlu lagi tersedia.
Jadikan pemeriksaan sebagai kebiasaan, bukan pemeriksaan karena kecurigaan.
Tujuh pertanyaan sebelum memberikan data anak
Sebelum memasukkan atau membagikan informasi, tanyakan:
Data apa yang diminta?
Mengapa data tersebut dibutuhkan?
Siapa yang akan menerima atau menggunakannya?
Apakah semua data yang diminta benar-benar diperlukan?
Apakah pengaturannya dapat dibuat lebih privat?
Apa yang dapat terjadi jika informasi tersebut tersebar?
Apakah anak memahami dan sudah dilibatkan sesuai usia dan kematangannya?
Jika tujuannya tidak jelas, jangan terburu-buru memberikan data.
Yang perlu diingat
Data pribadi anak adalah bagian dari kehidupan dan privasinya.
Jangan memberikan lebih banyak data daripada yang diperlukan.
Periksa izin aplikasi.
Batasi akses lokasi, kamera, mikrofon, dan kontak jika tidak dibutuhkan.
Perkuat keamanan akun.
Perhatikan apa yang dibagikan anak dan apa yang dibagikan orang dewasa tentang anak.
Dan seiring anak berkembang, bantu ia belajar mengelola privasinya sendiri.
Tujuan akhirnya bukan mengawasi anak selamanya.
Tujuannya adalah membantu anak tumbuh menjadi pengguna teknologi yang mampu melindungi dirinya, menghormati privasi orang lain, dan memahami bahwa data pribadinya berharga.