Gawai adalah bagian dari kehidupan anak
Gawai dapat digunakan untuk belajar, bermain, mencari informasi, berkomunikasi, berkarya, dan menikmati hiburan.
Karena itu, penggunaan gawai tidak perlu selalu dilihat sebagai sesuatu yang buruk.
Yang lebih penting adalah bagaimana, kapan, untuk apa, dan dalam kondisi apa anak menggunakannya.
Tujuan aturan keluarga bukan membuat anak takut menggunakan teknologi.
Tujuannya adalah membantu anak membangun kebiasaan digital yang aman, seimbang, dan bertanggung jawab.
Jangan hanya menghitung waktu layar
Lama penggunaan gawai memang perlu diperhatikan.
Namun, jumlah waktu bukan satu-satunya hal yang penting.
Tanyakan juga:
apa yang dilakukan anak di layar;
apakah kegiatannya sesuai usia;
apakah anak tetap cukup tidur;
apakah masih ada waktu bermain aktif;
apakah anak tetap berinteraksi dengan keluarga dan teman;
apakah penggunaan gawai mengganggu belajar;
apakah anak dapat berhenti ketika waktunya selesai; dan
bagaimana perasaan anak setelah menggunakan gawai.
Dua anak dapat menggunakan gawai dalam waktu yang sama tetapi mengalami dampak yang berbeda.
Lihat keseimbangan kehidupan anak
Penggunaan digital perlu menjadi bagian dari kehidupan yang seimbang.
Anak tetap membutuhkan:
tidur yang cukup;
aktivitas fisik;
permainan;
interaksi langsung;
waktu bersama keluarga;
kesempatan belajar;
istirahat; dan
waktu tanpa kegiatan yang terlalu terstruktur.
Jika penggunaan gawai terus-menerus mengurangi kebutuhan penting tersebut, keluarga perlu meninjau kembali kebiasaannya.
Buat aturan bersama anak
Aturan lebih mudah dipahami ketika anak dilibatkan.
Sesuaikan keterlibatan dengan usia dan tingkat kematangannya.
Orang dewasa tetap bertanggung jawab menetapkan batas yang aman.
Namun, anak dapat diajak membicarakan:
kapan gawai dapat digunakan;
kapan harus disimpan;
aplikasi apa yang digunakan;
di mana perangkat boleh digunakan;
bagaimana menjaga privasi;
apa yang dilakukan jika menemukan sesuatu yang tidak aman; dan
apa konsekuensinya jika kesepakatan tidak dijalankan.
Melibatkan anak bukan berarti semua keputusan diserahkan kepadanya.
Anak diberi ruang untuk memahami dan menyampaikan pandangannya.
Buat aturan yang sederhana
Terlalu banyak aturan dapat membuat anak dan orang dewasa sulit mengingatnya.
Mulailah dengan beberapa aturan yang benar-benar penting.
Misalnya:
gawai disimpan ketika makan bersama;
tidak menggunakan gawai ketika waktunya tidur;
meminta bantuan jika menemukan sesuatu yang menakutkan;
tidak membagikan kata sandi kepada teman;
tidak menyebarkan foto orang lain tanpa pertimbangan; dan
berhenti menggunakan perangkat ketika waktu yang disepakati selesai.
Aturan dapat berkembang sesuai usia dan kebutuhan anak.
Tentukan waktu tanpa gawai
Keluarga dapat menetapkan beberapa waktu yang diprioritaskan untuk kegiatan tanpa gawai.
Misalnya:
saat makan bersama;
ketika berbicara dengan anggota keluarga;
menjelang tidur;
ketika melakukan kegiatan keluarga tertentu; atau
saat anak perlu menyelesaikan kegiatan yang membutuhkan perhatian.
Aturan seperti ini sebaiknya berlaku juga bagi orang dewasa sejauh memungkinkan.
Anak lebih mudah mengikuti aturan yang juga dicontohkan oleh orang tuanya.
Jaga waktu tidur
Tidur merupakan kebutuhan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Penggunaan perangkat hingga larut malam dapat mengganggu waktu istirahat.
Keluarga dapat menetapkan waktu kapan perangkat harus berhenti digunakan sebelum tidur.
Tempat pengisian daya juga dapat ditempatkan di luar area tidur jika sesuai dengan keadaan keluarga.
Tujuannya bukan menghukum anak.
Tujuannya membantu tubuh dan pikiran mendapatkan waktu beristirahat.
Perhatikan apa yang ditonton atau dimainkan
Tidak semua penggunaan layar mempunyai tujuan atau risiko yang sama.
Perhatikan:
jenis permainan;
video yang ditonton;
aplikasi yang digunakan;
orang yang berkomunikasi dengan anak;
fitur pembelian;
percakapan langsung;
rekomendasi otomatis; dan
kemungkinan melihat konten yang tidak sesuai.
Gunakan klasifikasi usia dan fitur perlindungan sebagai alat bantu.
Namun, jangan hanya bergantung pada teknologi.
Komunikasi dengan anak tetap penting.
Dampingi tanpa terus-menerus mengawasi
Anak membutuhkan perlindungan sekaligus ruang untuk berkembang.
Pendampingan dapat dilakukan dengan:
menggunakan aplikasi bersama;
meminta anak menunjukkan permainan yang disukainya;
membicarakan video yang ditonton;
bertanya apa yang menarik baginya; dan
membantu ketika ada masalah.
Pendampingan tidak harus berarti membaca setiap pesan anak tanpa alasan.
Semakin berkembang usia dan kemampuannya, anak perlu mendapat ruang privasi yang lebih besar dengan tetap mempertimbangkan keselamatan.
Ajarkan anak berhenti ketika tidak nyaman
Anak perlu mengetahui bahwa ia boleh berhenti menggunakan aplikasi, permainan, atau percakapan jika merasa:
takut;
tertekan;
marah;
sangat lelah;
dipaksa;
dihina; atau
tidak nyaman.
Ajarkan langkah sederhana:
berhenti, menjauh, dan meminta bantuan.
Tidak semua masalah digital harus diselesaikan anak sendiri.
Jangan menjadikan gawai sebagai satu-satunya hadiah
Gawai dapat digunakan sebagai bagian dari kegiatan sehari-hari.
Namun, jika semua penghargaan selalu berupa tambahan waktu layar, anak dapat memandang gawai sebagai hadiah yang sangat istimewa.
Keluarga dapat menggunakan berbagai bentuk penghargaan lain.
Misalnya:
waktu bermain bersama;
memilih kegiatan keluarga;
membaca bersama;
memasak;
bermain di luar; atau
melakukan kegiatan yang disukai anak.
Tujuannya adalah menjaga keseimbangan.
Hindari menggunakan gawai untuk menghentikan semua emosi
Memberikan perangkat ketika anak menangis terkadang membantu dalam situasi tertentu.
Namun, jika gawai selalu digunakan setiap kali anak marah, bosan, atau sedih, anak dapat kehilangan kesempatan belajar mengenali dan mengelola emosinya.
Anak juga membutuhkan pengalaman:
menunggu;
menghadapi kebosanan;
menenangkan diri;
berbicara tentang perasaan; dan
mencari kegiatan lain.
Gawai dapat membantu, tetapi tidak perlu menjadi satu-satunya cara menenangkan anak.
Berikan peringatan sebelum waktu selesai
Berhenti menggunakan gawai secara tiba-tiba dapat sulit bagi sebagian anak.
Berikan pemberitahuan.
Misalnya:
“Sepuluh menit lagi selesai.”
Kemudian:
“Lima menit lagi.”
Anak mendapat kesempatan menyiapkan diri untuk berpindah kegiatan.
Cara sederhana ini dapat membantu mengurangi konflik.
Jangan merebut perangkat dengan marah jika tidak perlu
Ketika waktu selesai, tetap tegakkan aturan.
Namun, usahakan tidak menggunakan kemarahan atau tindakan fisik.
Katakan dengan jelas:
“Waktunya sudah selesai. Sekarang kita simpan.”
Jika anak kecewa, akui perasaannya.
“Kamu masih ingin bermain. Saya tahu berhenti itu tidak mudah.”
Batas tetap berlaku tanpa harus mempermalukan anak.
Konsekuensi harus masuk akal
Jika anak melanggar kesepakatan digital, konsekuensi sebaiknya berkaitan dengan perilaku tersebut.
Misalnya, jika anak menggunakan aplikasi yang belum disepakati, keluarga dapat meninjau kembali akses aplikasi tersebut.
Hindari hukuman yang sangat berat dan tidak berhubungan dengan masalah.
Tujuannya adalah membantu anak belajar bertanggung jawab, bukan membuatnya takut.
Bedakan kesalahan dengan masalah keselamatan
Tidak semua pelanggaran aturan mempunyai tingkat risiko yang sama.
Menggunakan perangkat lima belas menit lebih lama berbeda dengan menerima ancaman dari seseorang.
Jika terjadi masalah keselamatan, jangan fokus terlebih dahulu pada hukuman.
Utamakan keselamatan anak.
Anak harus merasa dapat meminta bantuan bahkan ketika sebelumnya ia melanggar aturan keluarga.
Jangan membuat anak takut untuk bercerita
Jika setiap kesalahan digital selalu berakhir dengan kemarahan atau penyitaan perangkat, anak dapat mulai menyembunyikan masalah.
Buat satu aturan yang sangat jelas:
Jika kamu mengalami sesuatu yang membuat takut atau tidak aman, kamu boleh bercerita dan kita akan mencari solusi bersama.
Keselamatan harus lebih penting daripada hukuman.
Perhatikan permainan dengan pembelian
Sebagian permainan menawarkan pembelian dalam aplikasi.
Anak mungkin belum memahami nilai uang atau cara transaksi digital bekerja.
Atur:
siapa yang boleh melakukan pembelian;
apakah kata sandi diperlukan;
apakah metode pembayaran tersimpan;
bagaimana meminta izin; dan
batas pengeluaran.
Jelaskan bahwa uang digital tetap merupakan uang nyata.
Perhatikan iklan dan pengaruh komersial
Anak dapat melihat iklan, promosi, influencer, atau konten yang mendorong pembelian.
Bantu anak memahami bahwa tidak semua rekomendasi dibuat semata-mata untuk membantu pengguna.
Ajarkan bertanya:
“Apakah ini informasi atau iklan?”
“Apakah orang ini mendapatkan keuntungan jika kita membeli sesuatu?”
Kemampuan memahami tujuan komersial merupakan bagian dari literasi digital.
Orang dewasa juga perlu memberikan contoh
Aturan digital akan sulit diterapkan jika hanya berlaku bagi anak.
Perhatikan kebiasaan orang dewasa.
Misalnya:
apakah kita menggunakan telepon ketika anak sedang berbicara;
apakah perangkat selalu berada di meja makan;
apakah kita terus memeriksa notifikasi;
apakah kita membagikan foto anak tanpa bertanya; dan
apakah kita sendiri dapat berhenti menggunakan perangkat.
Anak belajar dari apa yang dilihat.
Aturan perlu berubah seiring anak berkembang
Aturan yang sesuai untuk anak usia lima tahun mungkin tidak cocok ketika anak berusia dua belas tahun.
Kemampuan anak mengambil keputusan akan berkembang.
Karena itu, tinjau aturan secara berkala.
Semakin matang anak, semakin besar ruang yang dapat diberikan untuk mengelola waktu, privasi, akun, dan keputusan digitalnya sendiri.
Kemandirian diberikan secara bertahap, bukan sekaligus.
Perhatikan kebutuhan setiap anak
Tidak semua anak membutuhkan aturan yang persis sama.
Sebagian anak menggunakan teknologi sebagai alat bantu belajar, komunikasi, atau aksesibilitas.
Anak dengan kebutuhan tertentu mungkin memerlukan pendekatan berbeda.
Karena itu, jangan membuat aturan hanya berdasarkan perbandingan dengan keluarga lain.
Pertimbangkan kebutuhan anak yang sebenarnya.
Buat kesepakatan keluarga yang dapat dilihat
Kesepakatan dapat ditulis secara sederhana.
Misalnya:
Kesepakatan Gawai Keluarga
Gawai tidak digunakan saat makan bersama.
Perangkat disimpan sebelum tidur.
Kata sandi tidak diberikan kepada teman.
Jika ada sesuatu yang membuat takut, segera cerita.
Foto orang lain tidak disebarkan sembarangan.
Waktu selesai berarti perangkat disimpan.
Aturan berlaku juga bagi orang dewasa sejauh sesuai.
Letakkan di tempat yang mudah dilihat.
Tinjau kembali jika kebutuhan keluarga berubah.
Tujuh pertanyaan untuk menilai kebiasaan digital keluarga
Tanyakan:
Apakah penggunaan gawai mengganggu tidur anak?
Apakah anak masih cukup bermain dan bergerak?
Apakah anak tetap berinteraksi dengan keluarga dan teman?
Apakah konten yang digunakan sesuai usia dan kebutuhan?
Apakah anak tahu bagaimana meminta bantuan jika ada masalah?
Apakah aturan dibuat dan diterapkan secara konsisten?
Apakah orang dewasa juga memberikan contoh penggunaan teknologi yang sehat?
Jika beberapa jawaban menunjukkan masalah, aturan dapat diperbaiki bersama.
Yang perlu diingat
Penggunaan gawai yang sehat bukan sekadar soal berapa jam anak berada di depan layar.
Perhatikan keseimbangan kehidupan anak.
Jaga tidur, bermain, belajar, hubungan sosial, privasi, dan keselamatan.
Buat aturan yang jelas.
Libatkan anak sesuai usia.
Berikan teladan.
Dan yang paling penting, pastikan aturan digital tidak membuat anak takut meminta bantuan ketika terjadi sesuatu yang tidak aman.