Apa yang dimaksud dengan grooming?
Grooming adalah proses ketika seseorang membangun hubungan, kedekatan, atau kepercayaan dengan anak untuk mempermudah eksploitasi atau kekerasan seksual.
Grooming dapat terjadi melalui media sosial, aplikasi percakapan, permainan daring, forum, layanan berbagi video, atau ruang digital lainnya.
Grooming juga dapat melibatkan hubungan yang berlangsung secara daring dan kemudian berpindah ke pertemuan langsung.
Pelakunya tidak selalu orang asing.
Pelaku dapat pula seseorang yang sudah dikenal atau dipercaya anak.
Grooming tidak selalu dimulai dengan hal yang menakutkan
Komunikasi pada awalnya dapat terlihat biasa dan menyenangkan.
Seseorang mungkin bersikap ramah, memberi perhatian, memuji anak, mendengarkan masalahnya, atau menunjukkan minat yang sama.
Hal inilah yang membuat grooming tidak selalu mudah dikenali.
Hubungan dapat dibangun sedikit demi sedikit sampai anak merasa percaya, bergantung, berutang budi, atau takut kehilangan hubungan tersebut.
Karena itu, jangan menganggap anak seharusnya langsung mengetahui bahwa seseorang mempunyai niat buruk.
Pelaku dapat membangun rasa istimewa
Seseorang dapat membuat anak merasa sangat diperhatikan.
Misalnya dengan:
memberikan pujian berlebihan;
selalu tersedia untuk mendengarkan;
memberikan hadiah atau keuntungan;
menawarkan bantuan;
mengatakan bahwa hanya dirinya yang benar-benar memahami anak; atau
membuat anak merasa hubungan mereka sangat khusus.
Perhatian atau hadiah tidak selalu berarti grooming.
Yang perlu diperhatikan adalah pola hubungan dan bagaimana perhatian tersebut digunakan untuk mendapatkan kepercayaan, ketergantungan, atau kendali terhadap anak.
Waspadai permintaan untuk merahasiakan hubungan
Rahasia dapat digunakan untuk mengendalikan anak.
Seseorang mungkin mengatakan:
“Jangan bilang orang tua.”
“Ini rahasia kita.”
“Mereka tidak akan mengerti.”
“Kalau kamu cerita, kita tidak bisa berteman lagi.”
Anak perlu memahami perbedaan antara kejutan yang menyenangkan dan rahasia yang membuatnya takut, tertekan, atau tidak nyaman.
Orang dewasa yang aman tidak seharusnya meminta anak merahasiakan hubungan yang membuat anak sulit meminta bantuan.
Waspadai upaya memisahkan anak dari orang lain
Grooming dapat melibatkan usaha membuat anak semakin bergantung kepada satu orang.
Seseorang dapat mengatakan bahwa orang tua, guru, teman, atau orang lain tidak memahami anak.
Ia mungkin berusaha membuat anak lebih jarang berbicara kepada orang yang dipercaya atau meminta komunikasi dipindahkan ke tempat yang lebih pribadi.
Jika seseorang berusaha menjauhkan anak dari dukungan orang lain, hal tersebut perlu diperhatikan.
Waspadai percakapan yang semakin melewati batas
Percakapan yang awalnya biasa dapat berubah secara bertahap.
Seseorang dapat mulai menanyakan hal yang sangat pribadi, memberikan komentar tentang tubuh, membicarakan hal seksual, meminta foto pribadi, atau mencoba membuat perilaku yang tidak pantas terlihat normal.
Anak mungkin merasa bingung karena orang tersebut sebelumnya dianggap sebagai teman atau orang yang dipercaya.
Ajarkan anak bahwa ia boleh menghentikan percakapan yang membuatnya tidak nyaman.
Anak tidak perlu memberikan penjelasan panjang untuk menetapkan batas.
Permintaan foto pribadi adalah tanda serius
Anak tidak seharusnya ditekan untuk mengirim foto atau video pribadi.
Seseorang dapat mencoba mendapatkan materi dengan cara:
merayu;
memberikan hadiah;
mengatakan bahwa hal tersebut adalah tanda kepercayaan;
membuat anak merasa bersalah;
mengancam akan mengakhiri hubungan; atau
menekan anak agar segera mengirimkannya.
Jika hal ini terjadi, jangan menyalahkan anak.
Tanggung jawab berada pada orang yang memanipulasi atau mengeksploitasi anak.
Grooming dapat berubah menjadi ancaman
Setelah mendapatkan kepercayaan atau materi pribadi, seseorang dapat mulai mengancam anak.
Misalnya, mengancam menyebarkan foto, menghubungi keluarga, mempermalukan anak, atau melakukan sesuatu jika anak berhenti berkomunikasi.
Anak dapat merasa terjebak.
Ia mungkin terus mengikuti permintaan karena takut akibat yang akan terjadi jika menolak.
Dalam keadaan seperti ini, anak membutuhkan bantuan orang dewasa.
Jangan meminta anak menyelesaikannya sendiri.
Anak mungkin tidak menyadari sedang mengalami grooming
Anak dapat menganggap orang tersebut sebagai teman, pasangan, mentor, atau seseorang yang benar-benar peduli.
Karena itu, anak mungkin mempertahankan hubungan tersebut meskipun orang dewasa melihat tanda yang mengkhawatirkan.
Jangan mengejek anak karena mempercayai seseorang.
Jangan mengatakan:
“Bagaimana kamu bisa sebodoh itu?”
Pendekatan seperti ini dapat membuat anak semakin menjauh dan enggan meminta bantuan.
Perhatikan perubahan, tetapi jangan langsung menyimpulkan
Tidak ada satu tanda yang membuktikan bahwa grooming sedang terjadi.
Namun, orang dewasa dapat memperhatikan perubahan seperti:
anak menjadi sangat tertutup mengenai satu kontak tertentu;
menerima hadiah yang asalnya tidak jelas;
sering berkomunikasi diam-diam;
terlihat takut setelah menerima pesan;
tiba-tiba memiliki akun yang tidak diketahui keluarga;
sering menghapus percakapan karena merasa tertekan;
seseorang terus meminta komunikasi dilakukan secara pribadi;
anak menerima tekanan untuk mengirim foto atau video; atau
anak tampak takut menghentikan hubungan daring tertentu.
Perubahan tersebut dapat mempunyai penyebab lain.
Gunakan sebagai alasan untuk membuka percakapan, bukan untuk langsung menuduh.
Bangun komunikasi sebelum terjadi masalah
Jangan menunggu sampai ada dugaan grooming untuk berbicara dengan anak.
Tanyakan secara rutin tentang kehidupan digitalnya.
Misalnya:
“Siapa yang paling sering kamu ajak ngobrol?”
“Ada yang pernah membuat kamu tidak nyaman?”
“Kalau ada orang di internet meminta sesuatu yang aneh, kamu akan cerita ke siapa?”
Percakapan sederhana membantu anak mengetahui bahwa ia memiliki tempat untuk meminta bantuan.
Ajarkan tanda hubungan yang tidak aman
Anak perlu mengetahui bahwa ia dapat berhati-hati jika seseorang:
meminta hubungan dirahasiakan;
terus meminta informasi pribadi;
memaksa berpindah ke percakapan yang lebih privat;
memberi hadiah dengan syarat tertentu;
meminta foto atau video pribadi;
terus berbicara mengenai hal seksual;
meminta anak berbohong kepada orang tua;
mengancam ketika anak menolak; atau
membuat anak takut untuk berhenti berkomunikasi.
Satu tanda tidak selalu membuktikan grooming.
Namun, anak perlu tahu bahwa ia boleh meminta bantuan ketika merasa tidak nyaman.
Jangan ajarkan anak bahwa semua orang asing berbahaya
Risiko tidak hanya datang dari orang yang tidak dikenal.
Terlalu menekankan pesan “jangan bicara dengan orang asing” dapat membuat anak tidak menyadari risiko dari seseorang yang sudah dikenalnya.
Pesan yang lebih berguna adalah:
“Perhatikan bagaimana seseorang memperlakukanmu.”
Orang yang dikenal maupun tidak dikenal tetap harus menghormati batas anak.
Jika anak bercerita, tetap tenang
Ketika anak mengatakan seseorang telah meminta foto, memberikan tekanan, atau melakukan komunikasi yang tidak pantas, respons pertama orang dewasa sangat penting.
Dengarkan.
Jangan langsung marah kepada anak.
Jangan mengatakan:
“Sudah dibilang jangan bicara dengan orang asing.”
“Kenapa kamu kirim itu?”
“Ini akibatnya kalau tidak dengar orang tua.”
Ucapan seperti itu dapat membuat anak merasa bersalah dan berhenti memberikan informasi yang dibutuhkan untuk membantunya.
Tegaskan bahwa anak berhak mendapat bantuan
Katakan kepada anak bahwa ia telah melakukan hal yang tepat dengan bercerita.
Jika anak telah mengirim sesuatu atau mengikuti permintaan tertentu, jangan membuatnya merasa tidak pantas ditolong.
Manipulasi dapat membuat anak melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin dilakukan.
Fokuslah pada keselamatan sekarang.
Hentikan komunikasi jika aman untuk dilakukan
Jika ada dugaan kuat grooming atau eksploitasi, jangan mendorong anak terus berkomunikasi hanya untuk mendapatkan lebih banyak informasi.
Keselamatan anak lebih penting.
Gunakan fungsi blokir atau pembatasan akun jika sesuai dengan situasi.
Jika terdapat ancaman, pemerasan, atau risiko lain, mintalah bantuan melalui jalur yang tepat.
Jangan menyamar sebagai anak untuk melanjutkan percakapan
Orang tua tidak perlu mengambil alih akun anak dan berpura-pura menjadi anak untuk “menjebak” orang yang dicurigai.
Tindakan tersebut dapat memperumit keadaan dan menimbulkan risiko baru.
Orang dewasa bukan penyidik.
Fokuslah pada keselamatan anak, penyimpanan informasi yang relevan, dan meminta bantuan pihak yang berwenang.
Simpan informasi yang diperlukan dengan aman
Dalam situasi tertentu, pesan, nama akun, tautan profil, waktu komunikasi, atau tangkapan layar dapat diperlukan untuk pelaporan.
Simpan hanya yang diperlukan.
Jangan meneruskannya ke banyak orang.
Jangan memasukkannya ke grup keluarga, grup sekolah, atau media sosial.
Materi yang sangat sensitif harus diperlakukan dengan sangat hati-hati.
Jangan menyebarkan gambar seksual anak
Jika terdapat gambar atau video seksual yang melibatkan anak, jangan meneruskannya untuk meminta pendapat, menunjukkan kepada teman, atau membuktikan apa yang terjadi.
Penyebaran ulang dapat memperbesar kerugian terhadap anak.
Jangan pula meminta anak mengirim ulang materi tersebut kepada orang lain.
Gunakan saluran resmi yang tepat jika materi tersebut perlu dilaporkan.
Jangan bernegosiasi dengan orang yang mengancam anak
Jika seseorang mengancam menyebarkan materi atau meminta uang, gambar tambahan, atau sesuatu yang lain, jangan menganggap memenuhi permintaan akan menjamin ancaman berhenti.
Jangan membebani anak untuk bernegosiasi.
Cari bantuan dari pihak yang berwenang dan layanan yang sesuai.
Keselamatan anak menjadi prioritas.
Jangan mempermalukan anak
Pengalaman grooming tidak boleh menjadi bahan gosip.
Jangan menyebarkan nama, foto, akun, sekolah, atau cerita anak.
Jangan mengunggah kronologi ke media sosial untuk mencari dukungan.
Anak berhak atas privasi dan perlindungan.
Informasi hanya dibagikan kepada pihak yang memang perlu mengetahui untuk membantu anak.
Jika ada rencana pertemuan langsung
Jika seseorang yang berkomunikasi secara daring meminta anak bertemu secara rahasia, situasinya perlu dianggap serius.
Jangan membiarkan anak pergi sendiri untuk membuktikan siapa orang tersebut.
Jangan pula mengatur pertemuan untuk melakukan konfrontasi sendiri.
Jika ada risiko keselamatan, mintalah bantuan pihak yang memiliki kewenangan.
Jika anak sudah pernah bertemu orang tersebut
Jangan langsung memaksa anak memberikan seluruh rincian.
Periksa terlebih dahulu apakah anak aman.
Dengarkan dengan tenang.
Jika ada kemungkinan kekerasan atau eksploitasi, gunakan pendekatan perlindungan anak yang sama seperti ketika anak mengungkapkan kekerasan: jangan menginterogasi, jaga privasi, dan cari bantuan yang tepat.
Laporkan melalui jalur yang tepat
Jika terdapat dugaan eksploitasi seksual, pemerasan, ancaman, atau bahaya terhadap anak, gunakan mekanisme pelaporan dan layanan perlindungan yang tersedia.
Platform digital juga dapat menyediakan fitur untuk melaporkan akun, pesan, atau perilaku yang melanggar.
Pelaporan kepada platform tidak selalu menggantikan kebutuhan meminta pertolongan dari pihak berwenang jika keselamatan anak terancam.
Setelah kejadian, jangan hanya mengambil perangkat
Mengambil telepon atau menutup seluruh akses internet mungkin terlihat sebagai solusi cepat.
Namun, anak dapat merasa dirinya dihukum karena telah bercerita.
Pembatasan tertentu mungkin diperlukan untuk keselamatan.
Tetapi langkah tersebut perlu dijelaskan kepada anak dan disesuaikan dengan risiko yang sebenarnya.
Tujuan utamanya adalah melindungi, bukan menghukum.
Bantu anak memulihkan rasa aman
Dampak grooming tidak selalu berakhir ketika komunikasi dihentikan.
Anak dapat merasa malu, takut, bersalah, kehilangan, bingung, atau khawatir materi akan disebarkan.
Tetap hadir untuk anak.
Jangan terus-menerus meminta anak mengulang kejadian.
Bila diperlukan, cari dukungan profesional yang sesuai.
Anak perlu mengetahui bahwa pengalaman tersebut tidak menentukan seluruh hidup atau identitasnya.
Tujuh langkah ketika mencurigai grooming
Jika ada dugaan grooming:
Tetap tenang dan dengarkan anak.
Periksa apakah anak aman sekarang.
Jangan menyalahkan atau mempermalukan anak.
Hentikan komunikasi yang berisiko jika aman dilakukan.
Simpan informasi yang diperlukan tanpa menyebarkannya.
Jaga privasi dan identitas anak.
Cari bantuan dan laporkan melalui jalur yang tepat jika diperlukan.
Yang perlu diingat
Grooming bekerja dengan memanfaatkan kepercayaan, bukan karena anak kurang cerdas atau kurang berhati-hati.
Jangan menjadikan anak sebagai pihak yang dipersalahkan.
Bangun komunikasi sebelum masalah terjadi.
Ajarkan anak mengenali rahasia, tekanan, permintaan pribadi, ancaman, dan pelanggaran batas.
Jika sesuatu terjadi, dengarkan dengan tenang, utamakan keselamatan, jaga privasi, dan cari bantuan yang tepat.
Yang paling penting, pastikan anak mengetahui bahwa ia dapat kembali kepada orang dewasa yang dipercaya bahkan setelah melakukan sesuatu yang ia sesali atau membuatnya takut.