Internet adalah bagian dari kehidupan anak
Internet dapat membantu anak belajar, mencari informasi, berkomunikasi, bermain, berkarya, dan berpartisipasi.
Ruang digital bukan dunia yang sepenuhnya terpisah dari kehidupan anak.
Apa yang terjadi secara daring dapat memengaruhi perasaan, hubungan, privasi, keselamatan, dan perkembangan anak.
Karena itu, tujuan orang dewasa bukan sekadar membatasi penggunaan internet.
Tujuannya adalah membantu anak mendapatkan manfaat teknologi sekaligus mengurangi risiko yang dapat membahayakannya.
Keselamatan digital adalah tanggung jawab bersama
Anak perlu belajar menggunakan internet dengan aman.
Namun, keselamatan digital bukan hanya tanggung jawab anak.
Orang tua, pendidik, penyedia layanan digital, pemerintah, masyarakat, dan pihak lain juga memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan digital yang lebih aman.
Jangan menyampaikan pesan seolah-olah setiap masalah di internet terjadi karena anak kurang berhati-hati.
Orang dewasa tetap bertanggung jawab memberikan perlindungan, dukungan, dan bantuan ketika anak membutuhkannya.
Mulailah dengan komunikasi
Keamanan digital lebih mudah dibangun ketika anak merasa aman untuk bercerita.
Bicarakan internet sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Tanyakan:
aplikasi apa yang disukai anak;
kegiatan apa yang sering dilakukan secara daring;
dengan siapa anak berkomunikasi;
hal apa yang membuatnya senang; dan
apakah pernah ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.
Jangan hanya berbicara tentang internet ketika terjadi masalah.
Hubungan yang terbuka membantu anak meminta bantuan lebih awal.
Lindungi informasi pribadi
Anak perlu memahami bahwa tidak semua informasi tentang dirinya perlu dibagikan kepada orang lain.
Informasi pribadi dapat meliputi:
nama lengkap;
alamat rumah;
nomor telepon;
alamat surel;
nama sekolah;
lokasi;
tanggal lahir;
foto dokumen identitas;
kata sandi;
informasi kesehatan; dan
informasi pribadi keluarga.
Ajarkan anak berhenti dan berpikir sebelum membagikan informasi.
Tidak semua orang yang berkomunikasi secara daring membutuhkan informasi pribadi anak.
Foto juga dapat membuka informasi
Foto dapat menunjukkan lebih banyak informasi daripada yang kita sadari.
Seragam sekolah, papan nama, alamat, lokasi rumah, kendaraan, jadwal kegiatan, atau orang yang berada di latar belakang dapat membantu seseorang mengenali anak.
Karena itu, ajarkan anak dan orang dewasa di sekitarnya untuk memikirkan apa yang terlihat sebelum mengunggah foto.
Orang tua juga perlu menerapkan kehati-hatian yang sama ketika membagikan foto anak.
Gunakan kata sandi yang kuat
Akun anak perlu dilindungi.
Gunakan kata sandi yang tidak mudah ditebak.
Jangan menggunakan nama anak, tanggal lahir, atau kombinasi sederhana seperti “123456”.
Kata sandi untuk akun penting sebaiknya berbeda.
Jika layanan menyediakan verifikasi dua langkah, gunakan fitur tersebut jika sesuai.
UNICEF juga menganjurkan keluarga memeriksa kata sandi dan pengaturan privasi secara berkala sebagai bagian dari keamanan dasar di internet.
Jangan membagikan kata sandi sembarangan
Kata sandi sebaiknya tidak dibagikan kepada teman.
Dalam keluarga, pengelolaan akses perlu disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak.
Tujuannya bukan melakukan pengawasan tanpa batas.
Tujuannya adalah membantu anak belajar mengelola akun dan privasinya secara bertahap.
Semakin besar dan matang anak, semakin penting melibatkannya dalam pengambilan keputusan mengenai akun dan privasinya.
Periksa pengaturan privasi
Aplikasi dan layanan digital memiliki pengaturan yang berbeda.
Periksa siapa yang dapat:
melihat profil;
melihat unggahan;
mengirim pesan;
mengirim permintaan pertemanan;
mengetahui lokasi;
menandai akun; dan
membagikan kembali konten.
Pengaturan privasi tidak menjamin keselamatan sepenuhnya.
Namun, pengaturan yang tepat dapat membantu mengurangi paparan yang tidak diperlukan.
Jejak digital juga dapat sulit dihapus setelah informasi dibagikan.
Ajarkan bahwa orang di internet tidak selalu seperti yang dikatakan
Seseorang yang berkomunikasi secara daring dapat menggunakan nama, foto, usia, atau identitas yang berbeda dari keadaan sebenarnya.
Anak tidak perlu hidup dalam ketakutan terhadap semua orang asing.
Namun, anak perlu memahami bahwa identitas daring tidak selalu dapat dipercaya begitu saja.
Ajarkan anak berhati-hati jika seseorang:
meminta informasi pribadi;
meminta foto pribadi;
meminta percakapan dirahasiakan;
terus-menerus menghubungi anak meskipun anak tidak nyaman;
menawarkan hadiah dengan syarat tertentu;
meminta anak berpindah ke aplikasi yang lebih privat; atau
mengajak bertemu tanpa sepengetahuan orang dewasa yang dipercaya.
Jika terjadi hal seperti ini, anak perlu tahu kepada siapa ia dapat meminta bantuan.
Anak boleh menghentikan percakapan
Anak tidak wajib membalas semua pesan.
Jika suatu percakapan membuat anak takut, bingung, malu, tertekan, atau tidak nyaman, anak boleh berhenti merespons.
Anak juga dapat menggunakan fitur blokir atau laporan jika diperlukan.
Ajarkan bahwa menetapkan batas dalam komunikasi digital merupakan hal yang wajar.
Tidak sopan bukan berarti harus menerima perilaku yang membuat anak tidak aman.
Jangan menyalahkan anak jika sesuatu terjadi
Jika anak melakukan kesalahan di internet atau menerima pesan yang tidak aman, jangan langsung memarahinya.
Respons yang sangat keras dapat membuat anak takut bercerita pada kesempatan berikutnya.
Fokuskan pertanyaan pada:
“Apakah kamu aman?”
“Apa yang terjadi?”
“Apa yang bisa kita lakukan sekarang?”
Masalah dapat ditangani lebih baik ketika anak dan orang dewasa dapat bekerja sama.
Jangan langsung menyita perangkat sebagai hukuman
Dalam beberapa situasi, penggunaan perangkat memang perlu dibatasi sementara untuk keselamatan.
Namun, jangan otomatis menyita seluruh akses digital setiap kali anak mengalami masalah.
Jika anak menjadi korban perundungan atau gangguan daring, penyitaan perangkat dapat membuatnya merasa seolah-olah dirinya yang dihukum.
Pertimbangkan apa yang benar-benar diperlukan untuk mengurangi risiko.
Tujuannya adalah keselamatan, bukan sekadar menghilangkan akses.
Kenali konten yang dapat membahayakan
Anak dapat menemukan konten yang tidak sesuai usia, menakutkan, menyesatkan, atau berbahaya.
Tidak semua paparan terjadi karena anak sengaja mencarinya.
Konten dapat muncul melalui rekomendasi, iklan, pesan, tautan, atau unggahan orang lain.
Ajarkan anak bahwa ia boleh menutup konten yang membuatnya tidak nyaman dan meminta bantuan.
Gunakan pengaturan keamanan dan fitur perlindungan sesuai usia anak.
Namun, teknologi penyaring bukan pengganti komunikasi dan pendampingan.
Jangan ikut menyebarkan konten yang menyakiti
Ajarkan anak untuk tidak meneruskan foto, video, rumor, atau pesan yang mempermalukan orang lain.
Berhenti menyebarkan merupakan salah satu cara membantu melindungi orang yang menjadi sasaran.
UNICEF juga secara khusus menganjurkan anak untuk tidak ikut menyebarkan rumor atau materi yang menyakiti dan mempermalukan orang lain.
Jika menemukan sesuatu yang tidak aman
Anak perlu mengetahui langkah sederhana.
Ia dapat:
berhenti berinteraksi;
menjauh dari konten atau akun tersebut;
tidak meneruskannya kepada orang lain;
memberi tahu orang dewasa yang dipercaya;
menggunakan fitur blokir atau laporan jika tepat; dan
menyimpan informasi yang memang diperlukan untuk meminta bantuan tanpa menyebarkannya.
Tidak semua masalah harus ditangani anak sendiri.
Jangan menyebarkan bukti ke banyak orang
Jika ada pesan, gambar, atau materi yang berkaitan dengan masalah keselamatan, jangan meneruskannya ke banyak orang untuk mencari pendapat.
Penyebaran dapat memperbesar kerugian.
Jika informasi perlu digunakan untuk laporan, simpan dan bagikan hanya melalui jalur yang memang diperlukan.
Privasi anak harus tetap dijaga.
Ajarkan anak memeriksa informasi
Internet berisi informasi yang benar, salah, menyesatkan, dan terkadang sengaja dibuat untuk memengaruhi orang lain.
Ajarkan anak bertanya:
siapa yang membuat informasi ini?
dari mana asalnya?
apakah sumber lain mengatakan hal yang sama?
apakah judul sesuai dengan isinya?
apakah informasi meminta kita segera takut, marah, atau membagikannya?
Kemampuan memeriksa informasi merupakan bagian dari literasi digital.
Jangan percaya semua rekomendasi otomatis
Konten yang muncul di layar anak tidak selalu dipilih karena paling baik bagi anak.
Sistem rekomendasi dapat menampilkan konten berdasarkan berbagai pola penggunaan.
Karena itu, bantu anak memahami bahwa sesuatu yang terus muncul bukan berarti informasi tersebut benar, aman, atau harus diikuti.
Komite Hak Anak juga menempatkan algoritma, data, aplikasi, dan sistem otomatis sebagai bagian dari lingkungan digital yang perlu dilihat dari perspektif hak anak.
Bicarakan jejak digital
Apa yang dibagikan hari ini dapat tetap tersimpan atau disalin oleh orang lain.
Anak perlu memahami bahwa unggahan, komentar, foto, dan pesan dapat meninggalkan jejak.
Namun, jangan menggunakan konsep jejak digital untuk menakut-nakuti anak.
Gunakan untuk membantu anak berpikir sebelum membagikan sesuatu.
Tanyakan:
“Apakah kamu nyaman jika informasi ini tetap ada dan dilihat orang lain?”
Orang tua juga perlu menghormati privasi anak
Melindungi anak tidak berarti orang dewasa berhak mengetahui setiap bagian kehidupan digital anak tanpa batas.
Pendampingan perlu disesuaikan dengan usia, kematangan, kemampuan, dan risiko yang dihadapi anak.
Semakin berkembang kemampuan anak, berikan ruang yang lebih besar untuk belajar mengelola privasi dan keputusan digitalnya sendiri.
General Comment No. 25 menegaskan bahwa perlindungan digital harus berjalan bersama penghormatan terhadap privasi, partisipasi, perkembangan kapasitas, dan hak-hak anak lainnya.
Buat kesepakatan keluarga
Keluarga dapat membuat aturan digital bersama.
Aturan dapat mencakup:
kapan perangkat digunakan;
di mana perangkat digunakan;
bagaimana melindungi informasi pribadi;
apa yang dilakukan jika menerima pesan yang tidak nyaman;
aplikasi apa yang digunakan;
bagaimana meminta bantuan; dan
kapan orang tua perlu ikut melihat sesuatu.
Libatkan anak dalam menyusun aturan sesuai usianya.
Aturan yang dipahami bersama lebih mudah diterapkan daripada larangan yang datang tiba-tiba.
Berikan teladan
Anak belajar dari perilaku orang dewasa.
Sulit meminta anak menjaga privasi jika orang dewasa membagikan semua informasi keluarga.
Sulit meminta anak berhenti menggunakan perangkat ketika berbicara jika orang dewasa sendiri terus melihat layar.
Orang dewasa juga perlu menunjukkan kebiasaan digital yang sehat.
Keamanan tidak berarti melarang semua penggunaan internet
Larangan total tidak otomatis membuat anak lebih aman.
Internet juga dapat memberi akses terhadap pendidikan, informasi, hubungan sosial, kreativitas, dan partisipasi.
Perlindungan yang baik membantu anak menggunakan teknologi dengan lebih aman dan bertahap menjadi pengguna digital yang mandiri.
Pendekatan perlindungan juga perlu lebih luas daripada sekadar pembatasan akses; UNICEF menekankan pentingnya sistem perlindungan, literasi digital, peran keluarga, platform, pemerintah, dan masyarakat secara bersama.
Enam pertanyaan untuk keluarga
Tanyakan secara berkala:
Apakah anak tahu informasi apa yang tidak boleh dibagikan sembarangan?
Apakah akun dan perangkat memiliki perlindungan yang memadai?
Apakah anak tahu cara memblokir, melaporkan, atau meminta bantuan?
Apakah anak merasa aman bercerita ketika melakukan kesalahan?
Apakah aturan digital sesuai dengan usia dan perkembangan anak?
Apakah orang dewasa juga memberikan contoh penggunaan teknologi yang sehat?
Keamanan digital dibangun melalui kebiasaan, bukan satu percakapan.
Yang perlu diingat
Melindungi anak di internet bukan berarti menjauhkan anak dari dunia digital.
Anak memiliki hak untuk memperoleh manfaat dari teknologi sekaligus hak untuk terlindungi dari risiko dan kekerasan.
Bangun komunikasi.
Jaga privasi.
Perkuat keamanan akun.
Ajarkan anak mengenali situasi yang tidak aman.
Berikan ruang sesuai perkembangan anak.
Dan pastikan anak mengetahui satu hal penting:
Jika sesuatu terjadi di internet, ia dapat meminta bantuan tanpa takut langsung disalahkan.